LPSK Target Tuntas Bayar Kompensasi 413 Korban Terorisme Akhir 2021

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 22:38 WIB
Peringatan 19 tahun bom Bali di Monumen Ground Zero Legian-Kuta, Bali (Sui Suadnyana/detikcom)
Foto: Peringatan 19 tahun bom Bali di Monumen Ground Zero Legian-Kuta, Bali (Sui Suadnyana/detikcom)
Badung -

Sebanyak 413 korban terorisme masa lalu belum mendapatkan kompensasi dari negara. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menargetkan pembayaran kompensiasi bisa selesai hingga akhir tahun ini.

"Sekarang untuk 413 yang akan kita bayarkan. Kita harapkan tahun ini selesai," kata Kepala LPSK Hasto Atmojo Suroyo kepada wartawan saat peringatan 19 tahun bom Bali di Ground Zero Legian-Kuta, Bali, Selasa (12/10/2021).

Adapun jumlah besaran kompensiasi yang diberikan masing-masing korban yakni Rp 250 juta bagi yang meninggal dunia, luka berat Rp 210 juta, luka sedang Rp 115 juta, dan luka ringan Rp 75 juta. Besaran jumlah ini juga sama bila diberikan kepada korban terorisme warga negara asing (WNA).

Hasto mengatakan, sebanyak 413 korban terorisme masa lalu memang tidak hanya warga negara Indonesia (WNI), tetapi juga WNA. Bahkan sebenarnya banyak WNA yang mengajukan kompensasi, namun sebagian besar sudah mendapat kompensasi dari negaranya masing-masing.

Bagi WNA yang menerima kompensasi, LPSK akan pergi ke berbagai negara untuk melakukan asesmen medis bagi para korban. Nantinya saat akhir tahun akan langsung dibayarkan kepada yang bersangkutan dan paling banyak berasal dari Australia.

"Dan kemarin kami sudah mendapatkan wanti-wanti atau pesan dari Dirjen Anggaran agara kompensasi ini diselesaikan pada tahun ini juga," terangnya.

Karena itu, pihaknya berupaya memanfaatkan waktu yang tersisa agar asesmen bisa dituntaskan. Namun sayangnya, surat ketetapan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) banyak yang belum diberikan kepada pihak korban.

Hasto memohon kepada pihak BNPT agar mempercepat dikeluarkannya surat ketetapan tersebut sehingga pihaknya bisa segera membayarkan kompensinya setelah melakukan asesmen.

"Dengan demikian mudah-mudahan pada tahun ini selesai pembayaran kompensasi tindak pidana korban masa lalu terutama kepada 413 korban yang sudah tercatat," harap Hasto.

Meski telah mencatat sebanyak 413 orang, Hasto memprediksi jumlah itu belum menjangkau seluruh korban tindak pidana terorisme secara keseluruhan. Sebab pihaknya memiliki keterbatasan waktu untuk menjangkau semua korban.

(jbr/jbr)