Penembak Warga Saat Konflik Lahan di Sulut Masih Misterius, Ini Kata Polisi

Trisno Mais - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 18:21 WIB
Konflik terkait pemasangan patok batas wilayah di perkebunan Bolingongot, Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka. Polisi mengusut kejadian yang menelan korban jiwa ini.
Polisi saat mengecek konflik lahan di Bolaang Mongondow, Sulut. (Foto: dok. Istimewa)
Bolaang Mongondow -

Penyebab seorang warga tewas tertembak dan empat orang lainnya terluka saat konflik pemasangan patok wilayah di perkebunan Bolingongot, Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), masih misterius. Polisi masih menyelidiki kasus itu.

Polisi menjelaskan duduk perkara konflik warga Desa Toruakat dengan pihak pengamanan perusahaan yang ada di lokasi tersebut.

Awalnya, Polres Bolmong menerima permohonan bantuan pengamanan dari pemerintah daerah setempat terkait aksi masyarakat Desa Toruakat dalam pemasangan patok di perkebunan Bolingongot yang berbatasan dengan Desa Mopait, Kecamatan Lolayan.

Kabid Humas Polda Sulut Jules Abraham Abast mengatakan kasus tersebut masih sementara berproses. Namun, kata dia, korban tewas diduga karena tertembak senjata angin.

"Saat ini masih dilakukan penyelidikan pelaku penembakan. Masih proses kasusnya. Kalau sudah ada perkembangan, baru dirilis lengkap," kata Kabid Humas Polda Sulut Jules Abraham Abast kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Jules mengungkapkan korban tewas di lokasi diduga tertembak senjata angin.

"Diduga korban meninggal karena senapan angin. Saat ini masih dilakukan penyelidikan pelaku penembakan," kata dia.

Sebelumnya, Jules mengungkapkan, Polda Sulut telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti terkait penyebab kematian korban dan siapa pelakunya.

"Pihak kepolisian akan bekerja secara profesional dalam menangani pascakejadian ini. Kami juga mengimbau masyarakat maupun kedua belah pihak untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing situasi, dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian," pungkas Jules.

Dijelaskan Jules, sekitar pukul 13.30 Wita, perwakilan warga Desa Toruakat yang diwakili anggota BPD Desa Toruakat Iskandar dan lima warga masyarakat memasang patok batas di perkebunan Bolingongot.

"Saat hendak kembali menuju Desa Toruakat sekitar pukul 14.00 Wita, di perjalanan terjadi adu teriakan antara penjaga PT BDL dengan warga Desa Toruakat, sehingga terjadilah keributan dan kontak fisik dengan menggunakan senjata tajam dan senapan angin," terangnya.

Lihat juga video '4 Orang Terluka Akibat Penembakan di Sekolah Texas':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/idh)