Sejak 2017, Pemprov Kalteng Bangun 236 Ruang Kelas Baru untuk SMA

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 23:44 WIB
Pemprov Kalteng Beri Bantuan Sarana Prasarana Pendidikan
Foto: Pemprov Kalteng
Palangka Raya -

Pembangunan aksesibilitas dan sarana prasarana pendukung pendidik menjadi fokus dan perhatian serius Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. Sejak 2017, Pemprov Kalteng sudah membangun ruang kelas baru untuk satuan pendidikan SMA sebanyak 236 unit.

"Ketersediaan sarana prasarana yang memadai terutama ruang belajar yang tercukupi dan nyaman, merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan pendidikan, untuk itu Pemprov Kalteng terus berupaya membangun sarana prasarana pendidikan yang memadai," ujar Sugianto dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Sejak 2017 juga, Pemprov Kalteng sudah membangun 132 unit, perpustakaan 16 unit, rehabilitasi bangunan 206 unit dan toilet beserta sanitasinya 132 unit. Sementara, untuk pembangunan sarana pendidikan SMK telah dilaksanakan pembangunan ruang praktik siswa 156 unit, ruang kelas baru 91 unit, laboratorium 32 unit, toilet atau jamban sekolah sebanyak 113, pengadaan peralatan praktik sekolah 68 unit, alat kesenian tradisional 17 unit, pembangunan asrama 2 unit dan USB SMK unggulan 2 unit.

Hal yang sama dilakukan untuk membangun sarana pendidikan SLB di antaranya pembangunan ruang kelas baru, rehab kelas, pembangunan ruang keterampilan, serta pengadaan peralatan pendidikan pendukung.

Tentunya, untuk menciptakan pembangunan pendidikan berkualitas dibutuhkan anggaran yang memadai, karena sektor pendidikan memiliki kompleksitas yang komprehensif dan saling keterkaitan antar satu unsur dengan unsur lainnya.

Keterbatasan anggaran hingga dampak pandemi COVID-19, tidak menyurutkan perhatian Sugianto pembangunan dan pengembangan pendidikan di Kalimantan Tengah. Sejak tahun 2018 Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mengucurkan bantuan pendidikan sebesar Rp 34 miliar lebih.

Bantuan tersebut diperuntukkan untuk Bantuan Sosial Fungsi Pendidikan untuk jenjang D3,D4/S1, bantuan dana kuliah bagi mahasiswa terdampak COVID-19, sarana mobilitas sekolah di daerah terpencil berupa perahu mesin (klotok), jaringan air bersih dan sarana penunjang satuan pendidikan.

Dalam setiap kesempatan Sugianto juga menyampaikan tidak boleh main-main terkait pendidikan, karena menyangkut sumber daya manusia yang merupakan investasi negara untuk menghasilkan generasi penerus.

"Saat ini kita memasuki periode bonus demografi, di mana populasi umur muda mendominasi keseluruhan jumlah populasi, jika digabung populasi milenial dan generasi alfa jumlahnya mencapai 66 persen dari total populasi, untuk itu tidak ada alasan untuk tidak siap, sumber daya manusia yang tidak siap, akan tergusur dengan sendirinya," ucap Sugianto.

Perlahan namun pasti, upaya dan terobosan yang dilakukan oleh Sugianto di bidang pendidikan akhirnya berbuah manis dengan mengukir beberapa prestasi tingkat nasional maupun internasional. Dalam kurun waktu 2016 hingga 2021 berbagai penghargaan tingkat nasional dan internasional telah diraih.

(fhs/ega)