3 Kementerian Keroyokan Kembangkan Sektor Wirausaha

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 22:54 WIB
Kemnaker
Foto: dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan program perluasan kesempatan kerja melalui program Tenaga Kerja Mandiri atau TKM untuk penciptaan wirausaha dan program padat karya. Upaya ini dalam rangka meringankan tekanan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan tujuan program tersebut yaitu untuk melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru yang dapat menyerap tenaga kerja dan peningkatan kualitas sumber daya unggul. Selain itu juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Ida menyebut dalam menyelenggarakan program ini pihaknya turut menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM). Dengan begitu diharapkan dapat terjalin Sinergi Program Penumbuhan dan Pengembangan Kewirausahaan sehingga bisa menekan jumlah pengangguran sekaligus meningkatkan perekonomian berbasis desa.

Adapun kerja sama di antara 3 kementerian ini diwujudkan dalam bentuk penandatangan nota kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja Samarinda, Kalimantan Timur.

"Kita berkolaborasi dan bersinergi pada program-program kerja andalan di masing-masing kementerian dalam upaya mencapai tujuan bersama, yakni mengurangi pengangguran secara signifikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Diungkapkannya, pandemi COVID-19 berdampak pada 29,12 juta angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, 2,56 juta di antaranya menjadi pengangguran karena pandemi, 0,76 juta bukan angkatan kerja, dan 1,77 juta orang sementara tidak bekerja karena pandemi atau dirumahkan.

Ida yakin kolaborasi yang terjalin dapat menekan angka pengangguran yang ada serta dapat memitigasi angkatan kerja yang terdampak pandemi.

"Jadi saya kok yakin dengan sinergitas, dikeroyok bersama-sama antarkementerian dan lembaga, antarpemerintah pusat dan pemerintah daerah, tingkat pengangguran terbuka kita bisa turun dan kita bisa memitigasi dampak pandemi terhadap angkatan kerja kita," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyambut baik kerja sama dengan Kemnaker dan Kemenkop UKM. "Kita sangat senang dengan MoU ini," ujar pria yang akrab disapa Gus Menteri itu.

Ia menyatakan, dari MoU ini terdapat 2 sasaran usaha di level desa, yaitu usaha yang sudah berkembang tapi terganggu karena pandemi dan usaha baru yang pemasarannya dilakukan secara digital. "Nah, transformasi ekonomi yang seperti itu yang menjadi objek MoU kita bertiga," terangnya.

Di sisi lain, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kemenkop UKM, Rully Nuryanto, menilai sinergi dengan Kemnaker dan Kemendes PDTT penting untuk mencapai target penumbuhan rasio kewirausahaan 3,95 persen atau 1,5 juta wirausahawan baru di tahun 2024.

"Ini artinya Kemenkop UKM tidak bisa sendirian, tapi harus bersinergi, baik dengan kementerian dan lembaga, maupun dengan swasta dan akademisi untuk menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru tersebut. Nah acara hari ini merupakan bagian dari upaya tersebut," pungkasnya.

(prf/ega)