Harga Telur Ayam Anjlok, Pemerintah Diminta Lindungi Peternak Kecil

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 22:45 WIB
Sarmuji
Foto: dok. Golkar Jawa Timur
Jakarta -

Ketua DPD Golkar Jawa Timur sekaligus Anggota DPR RI Muhammad Sarmuji meminta pemerintah memberikan perlindungan ke peternak ayam telur berskala kecil. Ia menyerukan agar perusahaan pakan dibatasi untuk tidak terlibat dalam produksi bibit dan telur ayam.

Menurut Sarmuji, anjloknya harga telur dipicu melimpahnya stok telur yang tidak diimbangi daya beli tinggi di masyarakat.

"Peternak rakyat yang berskala kecil sangat terpukul dengan jatuhnya harga telur saat ini. Dalam menjalankan usahanya mereka masih tergantung dengan konsentrat dari pabrik, serta mengandalkan pihak lain dalam penyediaan bibitnya," terang Sarmuji dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Anggota DPR RI Komisi XI ini menyoroti agar terjadi persaingan yang sehat antar produsen telur ayam. Menurutnya, kondisi saat ini sudah tidak ideal karena perusahaan besar yang memproduksi pakan juga terlibat dalam produksi bibit maupun telur.

"Persaingan menjadi tidak seimbang karena pabrik bibit ayam DOC (Day Old Chick) dan pakan juga turut menjadi peternak. Rakyat kecil mengambil DOC dan pakan dari pabrik dengan harga yang sudah tinggi karena jalur distribusi yang panjang. Di sisi lain perusahaan tersebut bisa dengan leluasa memakai DOC maupun pakan sendiri sesuai dengan jumlah produksi yang diinginkan," urai Sarmuji.

Agar persoalan anjloknya harga telur akibat penumpukan stok di peternak kecil ini tidak terjadi lagi di masa mendatang, Sarmuji mendesak agar pemerintah membuat aturan pembatasan bagi perusahaan besar agar peternak rakyat bisa bertahan dan bertumbuh tanpa takut bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar.

"Harus ada aturan yang membatasi agar pabrik DOC dan pakan tidak terlibat langsung menjadi peternak. Kalau itu terus dilakukan peternak kecil bisa mati karena kalah bersaing," cetus Sarmuji.

(prf/ega)