Lurah di Samarinda Di-OTT atas Dugaan Pungli, Duit Rp 508 Juta Disita

Budi Kurniawan - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 18:18 WIB
Lurah Sungai Kapih, Edi Apriliansyah terjaring OTT yang dilakukan Polresta Samarinda atas pungli pelaksanaan Pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) 2021. (Budi Kurniawan/detikcom)
Lurah Sungai Kapih, Edi Apriliansyah, terjaring OTT yang dilakukan Polresta Samarinda atas pungli pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) 2021. (Budi Kurniawan/detikcom)
Samarinda -

Lurah Sungai Kapih, Edi Apriliansyah (54), terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Satreskrim Polresta Samarinda. Edi ditangkap di kantornya.

Edi diduga terlibat atas pungutan liar (pungli) pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) 2021.

"Saat dilakukan operasi tangkap tangan kita amankan uang sebesar Rp 508 juta yang berada di laci meja dan di dalam rekening, serta beberapa dokumen," jelas Wakapolres Samarinda AKPB Eko Budiarto dalam jumpa pers di Makopresta Samarinda, Selasa (11/10/10).

Selain menangkap Edi Apriliansyah, polisi menciduk satu tersangka, yakni Ruslie AS (46), yang merupakan oknum luar dari kelurahan Sungai Kapih. Namun, oleh Edi, Ruslie ditunjuk sebagai koordinator PTSL lantaran kedekatan.

"Jadi tersangka RA ini yang ditunjuk oleh oknum pejabat publik, dan RA-lah yang meminta uang kepada masyarakat yang ingin membuat sertifikat tanah," ungkapnya.

Eko Budiarto menjelaskan, setidaknya ada 1.500 masyarakat yang ikut serta dalam program PTSL. Dalam pungli itu, Ruslie meminta uang sebesar Rp 1,5 juta per kaveling atau per maksimal bidang tanah 200 meter persegi.

"Yang seharusnya pengurusan sertifikat ini gratis, namun oleh kedua tersangka meminta uang sebesar Rp 1,5 juta per kapling kepada 1.500 orang yang mengajukan," kata Eko

Dia mengatakan pengungkapan kasus pungli ini merupakan hasil penyelidikan setelah masyarakat resah dengan ulah Lurah Sungai Kapih.

"Pungli ini dilakukan oleh kedua tersangka sejak November 2020," terangnya.

Selain itu, Unit Tipikor Reskrim Polresta Samarinda saat ini masih mendalami kasus dugaan pungli yang dilakukan oleh Lurah Sungai Kapih.

"Saat ini baru dua orang yang kita tetapkan sebagai tersangka, namun kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus dugaan pungli," bebernya.

Edi Apriliansyah dan Ruslie diamankan di Polresta Samarinda. Keduanya dikenai Pasal 12 huruf e UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(jbr/jbr)