Warga RI Kian Kebal COVID, Pemerintah Bakal Survei Antibodi Tiap 6 Bulan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 16:18 WIB
Vaksinasi COVID-19 masih terus digenjot demi menumbuhkan kekebalan komunal. Salah satunya dilakukan di GOR Kelurahan Makasar, Jakarta Timur.
Ilustrasi vaksinasi membentuk kekebalan masyarakat (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan faktor yang membuat kasus COVID-19 di Indonesia turun drastis. Menurut Menkes Budi, kasus virus Corona di RI bisa turun signifikan karena sudah banyak warga yang memiliki kekebalan.

"Jadi, melihat bahwa kasus di Indonesia turun dengan sangat drastis, salah satu penjelasan ilmiahnya adalah karena banyak rakyat Indonesia yang sudah memiliki kekebalan, baik itu secara buatan, manusia, melalui vaksin, ataupun alamiah karena sembuh dari sakit," kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (11/10/2021).

Budi mengungkapkan, pemerintah sedang menyiapkan survei tentang antibodi masyarakat terhadap virus Corona. Hasil survei ini diharapkan dapat memberikan gambaran dalam pembuatan kebijakan.

"Oleh karena itu, Kemenkes bekerja sama dengan Kemendagri sudah menyiapkan survei prevalensi serologi antibodi untuk 21.880 sampel di 34 provinsi di seluruh Indonesia, di 100 kabupaten/kota," ungkap Budi.

"Nanti hasil survei ini yang diharapkan selesai di pertengahan Desember bisa memberikan gambaran yang lengkap mengenai kekebalan atau kondisi antibodi rakyat kita di 34 provinsi dan menjadi basis bagi penyusunan kebijakan kita ke depannya," imbuhnya.

Survei antibodi masyarakat ini akan dilakukan setiap 6 bulan. Dalam surveinya, pemerintah juga bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

"Rencana kami survei prevalensi serologi antibodi atau survei prevalensi antibodi masyarakat ini akan dilakukan setiap 6 bulan. Survei ini juga kami kerja sama dengan Universitas Indonesia Fakultas Kesehatan Masyarakat dan WHO," tutur Budi.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan indikator penanganan COVID-19 Indonesia sudah baik. Bahkan, menurut Airlangga, recovery rate atau tingkat kesembuhan Indonesia terbaik di antara negara ASEAN.

"Indikator kita sudah baik itu per satu juta penduduk ada 4,6 kasus secara nasional dan juga dari data dari recovery index, Indonesia terbaik di antara ASEAN," kata Airlangga dalam konferensi pers, Senin (11/10).

(zak/tor)