Dinamika Vaksin Dunia Bikin RI Kehilangan Kuota, Menkes Fokus Cari Sinovac

Matius Alfons - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 16:07 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap adanya dinamika pencarian suplai vaksin Corona (COVID-19) bagi Indonesia. Dia menyebut saat ini hanya vaksin Sinovac yang akan menjadi prioritas pencarian vaksin Corona (COVID-19).

"Kami juga meng-update bahwa terjadi dinamika dalam bentuk suplai vaksin, sehingga rencananya Novavac yang tadinya 50 juta akan kami terima di tahun ini, kemungkinan kami akan terima hanya 20 juta dosis," kata Menkes Budi saat pemaparan lewat akun YouTube Setpres, Senin (11/10/2021).

Budi menyebut kekurangan vaksin Novavac ini rencananya akan dicari dari vaksin jenis lain. Dia menyebut pemerintah saat ini juga memprioritaskan pencarian vaksin Sinovac.

"Selisihnya (30 juta dosis Novavac) kami akan usahakan dari sumber lain terutama yang bisa segera mengirimkan vaksinnya ke Indonesia, kemungkinan prioritas utama adalah dari vaksin Sinovac," ucapnya.

Jumlah Vaksin di Indonesia

Sementara itu, Menkes Budi juga memaparkan terkait perkembangan progres vaksinasi di Indonesia. Dia menyebut saat ini pemerintah memiliki 226 juta dosis vaksin dan sudah disuntikkan 160 juta dosis.

"Kami meng-update jumlah vaksin yang sudah diterima pemerintah ada 226 juta dosis, sudah didistribusikan ke daerah 205 juta dosis, dalam perjalanan 5 juta dosis, yang sudah disuntikkan 160 juta dosis," ujarnya.

Budi menyebut sampai saat ini Indonesia masih memiliki stok 50 juta dosis vaksin untuk 34 provinsi. Dia memastikan jumlah tersebut akan cukup untuk masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.

"Sehingga dalam waktu 2 sampai 3 hari ke depan, masih akan ada stok 50 juta dosis di 34 provinsi yang seharusnya cukup untuk kita kejar suntikannya," tuturnya.

(maa/tor)