Limbah Medis di Jakarta Selama Pandemi Corona Capai 15 Ribu Ton

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 15:08 WIB
Limbah masker medis.
Ilustrasi limbah medis. (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mencatat limbah infeksius selama pandemi COVID-19 mencapai 15.256 ton. Limbah infeksius tersebut mayoritas bersumber dari laboratorium, lokasi isolasi terkendali, hingga fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Ibu Kota.

Pejabat Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, mengatakan data ini diambil sejak April 2020 hingga September 2021. Rinciannya, sebanyak 22.767 kg atau 22,7 ton dari laboratorium dan 119.444 kg atau 119,4 ton dari lokasi isolasi terkendali COVID-19.

Kemudian, 15.114.109 kg atau 15.114 ton dari 186 fasyankes yang terdiri dari 13.002.510 atau 13.002 ton dari 105 RS COVID-19 dan 2.111.599 kg atau 2.111 ton dari 81 RS non COVID-19. Jika diakumulasikan, jumlahnya mencapai 15.256.320 atau 15.256 ton.

"Kita mengumpulkan limbah infeksius COVID itu dari fasyankes sama dari tempat isolasi terpusat," kata Yogi saat dikonfirmasi, Senin (11/10/2021).

Selain itu, Yogi melaporkan terjadi peningkatan jumlah limbah infeksius yang berasal dari rumah tangga. Selama 2021, total ada 1,5 ton limbah infeksius yang bersumber dari rumah tangga.

"1,5 ton kayak masker berkas, APD rumahan, dan sebagainya. kalau itu data 2021," jelasnya.

Yogi memastikan sejak awal pandemi COVID-19 pihaknya telah mengupayakan penanganan limbah infeksius. Salah satunya dengan cara melakukan penjemputan ke rumah-rumah.

Cara lainnya dengan menyediakan tempat sampah khusus untuk limbah infeksius atau B3 di fasilitas umum.

"Jadi kita buka layanan penjemputan limbah infeksius dari rumah nah kita umumkan nomor teleponnya setiap kecamatannya," ujarnya.

Redaksi melakukan pengubahan judul berita untuk disesuaikan dengan hitungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. Redaksi meminta maaf atas ketidakakuratan pada judul berita di versi sebelum diubah.

(taa/idn)