Rincian Gugatan Fredrich ke Novanto: Pendapatan Rp 25 M x 90 Bulan Hilang!

Tim detikcom - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 15:07 WIB
Jakarta -

Fredrich Yunadi gagal mendapatkan Rp 2,2 triliun yang menjadi gugatannya kepada Setya Novanto. Fredrich meminta duit triliunan ke Novanto itu lantaran mengaku belum menerima bayaran atas jasa kuasa hukum sewaktu Novanto menjadi tersangka KPK.

Sekitar 2018 Novanto memang menggunakan jasa Fredrich sebagai kuasa hukum kala menghadapi kasus hukum di KPK. Namun, singkat cerita, Fredrich pun dijerat perkara merintangi penyidikan KPK hingga duduk di kursi pesakitan.

Dituntut 12 tahun penjara, Fredrich akhirnya divonis 7 tahun penjara. MA menambah hukuman Fredrich selama 6 bulan penjara. Total, ia harus menghuni penjara selama 7,5 tahun.

Namun kisah rekanan Fredrich dan Novanto itu pun retak. Bahkan di salah satu kesempatan, Fredrich sempat menyinggung 'janji surga' Novanto.

Meski sudah membantu Novanto menghindari KPK, ternyata Fredrich mengaku belum dibayar oleh kliennya itu. Bagi Fredrich, ucapan Novanto hanya janji surga.

"Apa saya dibayar sama Pak Setya Novanto? Belum, dibayar janji surga saya," kata Fredrich usai sidang pada Juni 2018 silam.

Urusan 'janji surga' ini berbuntut panjang. Bertahun-tahun usai kemesraan itu berlalu, Fredrich dan Novanto kini jadi seteru.

Fredrich Yunadi menggugat Setya Novanto ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Ia menggugat Novanto terkait biaya jasa hukum. Namun Fredrich hanya bisa gigit jari usai gugatannya kandas.

Dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (SIPP PN Jaksel) yang dikutip pada Jumat (8/10/2021), menyebutkan gugatan Fredrich tidak dapat diterima. Berikut kata PN Jaksel soal gugatan Fredrich itu.

"Dalam Eksepsi. Mengabulkan Eksepsi Para Tergugat Dalam Konpensi mengenai Penggugat Tidak Mempunyai Hak untuk Menggugat (Diskualifikasi in Person). Dalam Pokok Perkara. Menyatakan gugatan Penggugat Dalam Konpensi tidak dapat diterima (Niet Ontvantkelijke Verklaard)," kata ketua majelis Agus Widodo.

"Dalam Rekonpensi. Menyatakan Gugatan Para Tergugat Rekonpensi tidak dapat diterima(Niet Ontvantkelijke Verklaard). Dalam Konpensi dan Rekonpensi. Menghukum Penggugat Dalam Konpensi / Tergugat Dalam Rekonpensi untuk membayar biaya perkara yang hingga saat ini sejumlah Rp 826 juta," sambung majelis.

Dengan vonis itu, Fredrich pun tak jadi mengantongi Rp 2,2 triliun. Memangnya seperti apa rincian duit yang disebut Fredrich sebagai gugatannya itu.

Berikut gugatan Fredrich Yunadi terhadap Novanto:

1. Menyatakan perbuatan Tergugat I (Setya Novanto, red) dan Tergugat II (Deisti Astriani/istri Setya Novanto) yang tidak membayar seluruh biaya jasa kuasa hukum kepada penggugat merupakan perbuatan wanprestasi.

2. Menghukum Tergugat I (Setya Novanto, red) dan Tergugat II (Deisti Astriani/istri Setya Novanto) untuk membayar secara tunai, dan sekaligus segala kerugian kepada Penggugat dengan rincian sebagai berikut:

A. Kerugian Material:

a. Empat belas (14) Legal Action (upaya hukum) X Rp 2.000.000.000 per Legal Action (tiap upaya hukum) = Rp 28.000.000.000 - Rp 1.000.000.000 yang sudah dibayar = Rp 27.000.000.000;
b. Dua (2) persen x Rp 27.000.000.000 per bulan bilamana dihitung dengan nilai investasi suku bunga bank, terhitung sejak somasi disampaikan dan diterima Tergugat I pada bulan Oktober 2019 hingga putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap;

B. Kerugian Immaterial:

Total Rp 2.256.125.000.000 dari perincian:

a. Satu (1) bulan pidana kurungan = Rp 62.500.000 X 90 bulan (total masa pidana kurungan PENGGUGAT) = Rp 5.625.000.000;
b. Uang tunai pembayaran denda sebesar Rp 500.000.000;
c. Kehilangan pemasukan nafkah sebesar Rp 25.000.000.000 per bulannya X 90 = Rp 2.250.000.000.000.

(dhn/tor)