LBH Makassar Minta Polisi Inisiatif Cari Bukti Baru 'Ayah Perkosa 3 Anak'

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 13:40 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Foto ilustrasi pemerkosaan. (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Makassar -

LBH Makassar selaku pendamping hukum korban kasus dugaan ayah perkosa 3 anak kandungnya di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), meminta polisi berinisiatif mencari bukti baru, bukan meminta korban atau pelapor menunjukkan bukti baru.

"Soal alat bukti kan sebenarnya kewenangan penyidik. Kami sudah memasukkan sejak gelar perkara di Polda Sulsel tahun lalu, sudah memasukkan dokumen-dokumen dan merekomendasikan ahli untuk diambil keterangannya," kata Staf Perlindungan Anak dan Perempuan LBH Makassar Rezky Pratiwi kepada wartawan, Senin (11/10/2021).

Pihaknya telah menyampaikan alasan kepada penyidik kepolisian di Polda Sulsel soal pentingnya kasus ini dibuka kembali. Rezky menyebut tugas polisi lah yang harus mencari alat bukti baru tersebut.

"Yang bisa menggali alat bukti, penyidik kan punya kewenangan di situ ketika kasus ini dibuka kembali. Ini bukan delik aduan ini delik biasa. Delik biasa artinya tidak membutuhkan laporan dari korban. Polisi harus inisiatif dan aktif untuk menggali fakta dan alat bukti," terangnya.

Pencarian alat bukti baru, lanjut Rezky, tidak mesti dibebankan kepada keluarga korban. Menurutnya, selama upaya yang dilakukan sejak setahun lalu tidak ada respons yang didapatkannya, sehingga kemudian cerita soal pemerkosaan ini menjadi viral.

"Terakhir sejak gelar perkara di Polda Sulsel, kami meminta secara resmi dan keberatan namun tidak respon. Bukti itu akan muncul dengan sendirinya ketika kasus ini dibuka," ucapnya.

"Buka dulu kasusnya, sudah jelas alasan-alasan kami ya. Tidak urgensi juga penyidik buru-buru menghentikan penyelidikan," tambah dia.

Sebelumnya diberitakan, Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap syarat agar kasus dugaan pemerkosaan ayah kandung kepada 3 anaknya di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) bisa dibuka lagi. Harus ada bukti baru untuk kembali melanjutkan kasus itu.

"Kasus itu dihentikan di SP3 (surat perintah penghentian penyidikan) dalam rangka penyelidikan belum ke tahap penyidikan. Tidak cukup bukti untuk dinaikkan statusnya," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (8/10).

Zulpan menegaskan harus ada bukti baru yang diajukan korban atau keluarga korban untuk melanjutkan kasus itu.

"Bisa dibuka sepanjang ada bukti baru yang dimiliki korban atau keluarga korban, mungkin bisa," tegasnya.

(nvl/nvl)