Sudirman Said: PMI Dorong Penguatan Kepemimpinan dalam Aksi Kemanusiaan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 10 Okt 2021 17:33 WIB
Sekjen PMI Sudirman Said/ Dok Istimewa
Sekjen PMI Sudirman Said (Dok Istimewa)
Jakarta -

Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said meminta agar gerakan palang merah bisa terus bekerja atas prinsip kemanusiaan, kenetralan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, dan kesemestaan. Termasuk penguatan kepemimpinan.

Meski demikian, sebagai gerakan global dan universal, kerja sama internasional akan menjadi corak dari kekuatan kepalangmerahan di mana pun di seluruh dunia.

Hal ini disampaikan oleh Sudirman Said pada Regional Conference on Humanitarian Assistance 2021 in Asia-Pacific, yang diadakan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Sebagai contoh, ketika musibah gempa dan tsunami skala besar dialami Aceh dan Nias, relawan palang merah dari seluruh dunia datang ke Aceh dan Nias untuk memberikan bantuan darurat dan operasi pemulihan," tutur Sudirman, Minggu (10/10/2021).

Kejadian bencana atau konflik di suatu wilayah tidak dilihat sebagai masalah lokal saja, bahkan juga bukan masalah nasional. Tetapi sudah menjadi masalah global dan agenda universal.

Menurut pria yang akrab disapa Pak Dirman ini, sudut pandang tersebut membuat kerja sama gerakan Palang Merah dengan Bulan Sabit Merah menjadi sangat kuat dalam kolaborasi global.

"Palang merah melihat masalah kemanusiaan sebagai pihak yang netral yang harus siap bertindak secara sukarela dan mandiri. Palang merah juga melihat isu-isu kemanusiaan seperti konflik, bencana, masalah sosial dan kesehatan sebagai isu-isu universal sehingga gerakan palang merah dan bulan sabit merah harus bertindak bersama-sama. PMI juga bekerja sama dengan ICRC (Komisi Internasional Palang Merah) dan IFRC (Federasi Internasional Palang Merah) dalam isu-isu kemanusiaan." ujar Sudirman.

Dalam rangka penguatan kepemimpinan nasional dan lokal, lanjut Sudirman, perbaikan struktur tata kelola PMI dan perangkat manajerial diharapkan dapat menjadi pintu masuk strategis bagi penguatan kepemimpinan itu.

Sudirman mengingatkan agar berbagai pihak tidak menyederhanakan kata nasionalisasi dan lokalisasi dalam pengelolaan layanan kemanusiaan.

"Nasionalisasi dan lokalisasi sebaiknya tidak diterjemahkan terlalu sederhana dengan mengganti pekerja kemanusiaan internasional dengan tenaga lokal. Yang paling penting adalah penguatan kapasitas nyata di lapangan dengan memanfaatkan best practice internasional sebagai standar," tuturnya.

Sudirman mengatakan PMI terus mendukung proses penguatan kepemimpinan dan manajerial dalam layanan kemanusiaan, baik pada level nasional maupun lokal. Sudirman juga mengajak agar upaya penguatan kepemimpinan lokal dan nasional ini tetap dilakukan dalam kerangka kemitraan global, yang merupakan corak dari gerakan kepalangmerahan.

(fjp/van)