Bareskrim Abaikan Surat Pencabutan Laporan Kace: Tak Guna Kalau Dipaksa

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 09 Okt 2021 22:21 WIB
Siapakah Muhammad Kace yang Dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan?
Foto: Muhammad Kace (dok. istimewa)
Jakarta -

Bareskrim Polri mengungkapkan Muhammad Kece alias Kace dipaksa Irjen Napoleon Bonaparte untuk menandatangani surat pencabutan laporan kasus dugaan penganiayaan. Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan pihaknya bakal mengabaikan surat tersebut.

"Kita abaikan kalau dipaksa," ujar Agus kepada wartawan, Sabtu (9/10/2021).

Agus menjelaskan surat pencabutan laporan itu tidak ada artinya meski ditandatangani oleh Kace. Pasalnya, Kace dipaksa menandatangani surat tersebut.

"Kalau dipaksa, ya nggak ada gunanya," katanya.

Sebelumnya, beredar sebuah surat pencabutan laporan yang diduga ditulis oleh Kace yang ditujukan kepada Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi. Dalam surat itu, Kace meminta agar laporannya kepada terlapor kasus penganiayaan, Irjen Napoleon, dicabut.

Brigjen Andi buka suara mengenai beredarnya surat pencabutan laporan tersebut. Andi menyebut surat itu tidak ditulis oleh Kace, melainkan oleh tahanan lain atas perintah Irjen Napoleon.

"Itu bukan dibuat oleh korban MK (Muhammad Kace), tapi oleh salah satu tersangka atas perintah NB (Napoleon Bonaparte)," ujar Andi saat dihubungi, Sabtu (9/10).

Andi menegaskan Kace tidak pernah mencabut laporannya. Apalagi surat yang beredar itu tidak ditulis oleh Kace langsung. Kace dipaksa oleh Irjen Napoleon menandatangani surat itu.

"Bukan persoalan sah tau tidak sah. Korban tidak pernah mencabut laporannya. Korban disuruh tanda tangan," tuturnya.



Simak Video "Ulah Irjen Napoleon ke M Kace: Aniaya Hingga Buat Surat Terbuka"
[Gambas:Video 20detik]
(drg/maa)