PD Beri Bantuan Hukum ke Anggota DPRD Tersangka Bentrokan Maut Petani

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 09:47 WIB
Herman Khaeron
Kepala BPOKK PD Herman Khaeron mengatakan akan memberi pendampingan hukum ke anggota DPRD Indramayu tersangka bentrokan maut petani (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom).
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) berduka atas meninggalnya 2 petani akibat bentrokan antar-petani tebu di perbatasan Indramayu dan Majalengka yang diduga melibatkan anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat. Kepala BPOKK PD Herman Khaeron, meminta agar persoalan ini diselesaikan secara musyawarah.

"Saya juga turut berbelasungkawa atas korban jiwa petani meninggal 2 orang, seraya mengajak mari kita dudukkan sengketa lahan ini dengan musyawarah dan mengedepankan kebersamaan," kata Herman Khaeron dalam keterangannya, Jumat (8/10/2021).

Herman menyebut dirinya sebetulnya sudah beberapa kali mencoba memfasilitasi diskusi terkait konflik lahan yang telah berlangsung sejak lama tersebut. Namun demikian, menurutnya pemilik HGU kebun tebu selalu menggunakan pendekatan aparat sehingga berujung pada terjadinya konflik.

Dia lantas meminta agar persoalan ini segera diselesaikan agar tidak menjadi konflik berkepanjangan. Dia mendesak penyebab terjadinya korban jiwa mesti diusut tuntas, sementara warga yang tidak bersalah harus dibebaskan.

"Nasi sudah jadi bubur, saat ini telah menelan korban jiwa. Jika tidak diselesaikan secara komprehensif akan terus terjadi konflik yang berkepanjangan, dan merugikan harmonisasi antar warga," jelas Herman.

PD Yakin Kadernya Tak Bersalah

Lebih lanjut, Herman juga meyakini, Taryadi, salah satu anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat, tidak terlibat bentrokan petani. Herman mengaku sudah mengenal Taryadi sebagai sosok yang aktif membela warga.

"Beberapa kali saya memfasilitasi pertemuan dengan para pejabat negara terkait dengan kawasan hutan di selatan Indramayu, Taryadi selalu menyampaikan bahwa sejarahnya kawasan itu adalah kawasan hutan, dan warga berkeinginan mengembalikannya menjadi kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan masyarakat, karena kehadiran RNI di kawasan itu tidak kunjung memberi kesejahteraan bagi warga sekitar HGU," kata Herman.

Anggota Komisi VI DPR RI ini juga meminta semua pihak mengedepankan azas praduga tak bersalah terhadap kadernya. DPP Partai Demokrat, kata dia, juga akan memberi pendampingan hukum kepada Taryadi

"Kami menghargai semua proses hukum yang sedang berjalan, dan kami juga menerapkan azas praduga tak bersalah. Karena itu, DPP Partai Demokrat akan memberikan pendampingan hukum kepada saudara Taryadi," kata Herman.

Simak video 'Bentrok di Indramayu! Petani Tebu Diserang Sekelompok Orang, 2 Tewas':

[Gambas:Video 20detik]