Profesor Singapura yang Sebut Jokowi Jenius Pernah Puji Ahok

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 15:17 WIB
Ahok dampingi Jokowi saat meresmikan implementasi B30 (Andhika/detikcom)
Ahok dan Jokowi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Seorang profesor sekaligus peneliti di National University of Singapore, Kishore Mahbubani, memuji Presiden Jokowi sebagai sosok pemimpin yang jenius. Kishore Mahbubani juga pernah memuji Basuki T Purnama (Ahok) pada 2016.

Pujian itu dilontarkan Kishore Mahbubani saat Ahok masih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ahok ketika itu menerima kunjungan puluhan mahasiswa pascasarjana Lee Kwan Yew School of Public Policy Singapura. Kishore Mahbubani menilai Ahok mirip Lee Kuan Yew, Perdana Menteri pertama Singapura.

"Anda beruntung karena punya gubernur seperti Ahok. dia seolah mengingatkan saya seperti Mister Lee Kwan Yew saat masih muda," kata Profesor Kishore Mahbubani di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Persamaan Ahok dengan Lee adalah gaya kepemimpinannya. Mereka sama-sama berorientasi praktik, bukan teori di atas kertas belaka.

"Dia ingin mengerjakan sesuatu sampai selesai, bukan melihat rencana-rencana saja. Inilah yang dilakukan Lee Kwan Yew yang saya lihat ada di diri Ahok," kata Mahbubani.

Mahbubani menilai faktor kepemimpinan adalah hal penting dalam mengubah kota menjadi lebih baik. Dia mengakui memang bakal tidak mudah merubah kota besar seperti Jakarta. Mahasiswa yang diajak ke Balai Kota DKI diharapkannya bisa terinspirasi oleh Ahok.

"Kita punya berbagai riset tentang pembangunan kota, kualitas air, persoalan daya saing, tantangan sosial. Kita senang kalau bisa bekerjasama memberikan hasil riset itu. Nantinya pengajar kita bisa datang ke Jakarta untuk melakukan riset," tuturnya.

Ahok senang dengan kunjungan kampus dari Singapura itu. Dia merasa Jakarta seperti diuji skripsi atau tesis. Dengan demikian, Pemprov DKI tak perlu studi banding jauh-jauh ke luar negeri.

"Kalau salah mereka pasti mendebat, kalau mereka senang, maka mereka tepuk tangan. Berarti oke dong," kata Ahok.

Namun Ahok menyatakan Jakarta tidaklah sama dengan Singapura. Kesempatan ini dinilainya tetap bagus sebagai ajang bertukar pikiran.

"Saya bilang enggak bisa semua kayak Singapura, banyak hal yang enggak bisa seperti Singapura. Kita enggak bisa jual rumah, kita bukan berkonsep rusunami (rusun hak milik), tapi semua Rusunawa. Ini sesuatu yang berbeda. Singapura juga tak ada subsidi begitu besar, sedangkan kita subsidi besar sekali," tutur Ahok.

Simak juga 'Jokowi: Perang Lawan Covid-19 Seperti Perang yang Berlarut-larut':

[Gambas:Video 20detik]