Umur Pendek Aturan Ganjil Genap di Jalur Wisata Sanur-Kuta Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 12:17 WIB
Anggota Polisi dan Dishub mengatur arus lalu-lintas di pos pengendalian mobilitas ganjil-genap kendaraan, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (30/8/2021). Pemerintah memperpanjang PPKM level 3 dan 4 di Jawa-Bali hingga 6 September 2021. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.
Ilustrasi (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama pihak kepolisian menerapkan kebijakan ganjil-genap pada ruas jalan obyek wisata Pantai Sanur, Kota Denpasar dan Pantai Kuta, Kabupaten Badung. Akan tetapi kebijakan yang ditetapkan 25 September lalu, kita sudah dibatalkan karena alasan efektivitas.

Berikut ini perjalanan kebijakan ganjil-genap yang berumur pendek di Bali itu:

Dimulai 25 September

Penerapan sistem pengaturan kendaraan ganjil-genap di jalur objek wisata Pantai Sanur, Kota Denpasar dan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, dimulai pada 25 September. Penerapannya dilakukan sesuai Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 16 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Arus Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap pada Daerah Tujuan Wisata di Provinsi Bali.

"Kemungkinan tanggal 25 (dimulai) karena itu harus ada sosialisasi, kemudian juga harus ada aturan dari provinsi yang menetapkan sebagai peraturan untuk dilaksanakan," kata Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra di Pantai Kuta, Badung, Bali, Senin (20/9/2021).

"Jadi (pengaturan ganjil-genap ini) bukan hanya kehendak dari petugas polisi, tapi itu aturannya nanti ada surat edaran Gubernur. Nanti kalau surat edaran sudah keluar kita akan terapkan, kalau sekarang baru sosialisasi dulu," terang Putu Jayan.

Penerapan sistem ganjil-genap, kata Putu Jayan, juga merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Kebijakan ini kemudian disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing. Di Bali, sistem pengaturan lalu lintas ini baru uji coba untuk diterapkan di wilayah Kuta dan Sanur.

Kapolda menegaskan, penerapan ganjil-genap prinsipnya diterapkan kepada orang yang melintas tempat tersebut. Karena itu, kebijakan ganjil-genap tidak hanya bagi mereka yang berwisata, tapi juga orang yang berkegiatan lainnya.

"Karena memang aturannya penggal jalan ini diberlakukan untuk ganjil-genap, dia (pengguna jalan) harus mematuhi. Untuk jamnya tertentu, jadi kita tidak menyusahkan masyarakat. Jadi kita prinsipnya mengatur kegiatan masyarakat supaya lebih tertib," kata dia.

Menurut Kapolda, sejak objek wisata dibuka sudah mulai ada masyarakat yang beraktivitas untuk liburan. Namun hanya diisi oleh wisatawan lokal.

"Di Kuta sudah ada keramaian dan mudah-mudahan nanti penerapan protokol kesehatan ketat untuk tetap patuh datang ke tempat pariwisata prokes. Dan kita juga imbau kepada para pengelolanya memasang barcode untuk PeduliLindungi. Jadi sama-sama kita mengetahui orang yang keluar masuk itu aman. Tidak terjangkit COVID-19," jelas Putu Jayan.

Diterapkan Akhir Pekan-Hari Libur

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta menerangkan, pengaturan ganjil-genap dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, hari libur nasional serta hari libur fakultatif daerah. Pengaturan ini dilaksanakan pada pukul 06.30 Wita sampai 09.30 Wita dan pukul 15.00 Wita hingga 18.00 Wita.

"Aturan ganjil-genap menyesuaikan antara angka nomor terakhir pada pelat nomor kendaraan dengan tanggal kalender. Kendaraan dengan nomor akhir plat yang tidak sesuai akan diminta untuk memutar balik. Demikian pula sebaliknya," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (18/9).

"Apabila pada hari Sabtu tanggal ganjil maka hanya kendaraan dengan angka terakhir ganjil pada pelat nomor kendaraan diperbolehkan lewat/masuk. Untuk kendaraan dengan angka terakhir genap tidak diperbolehkan masuk menuju ke pantai Sanur dan Pantai Kuta," imbuh Samsi.