Round-Up

Strategi Polisi Cegah Tawuran Pelajar Saat Mulai Sekolah Lagi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 07:57 WIB
ilustrasi tawuran
Ilustrasi tawuran (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di Jakarta dimanfaatkan segelintir pelajar untuk melakukan tawuran. Seperti yang terjadi Senin (4/10) di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sekelompok remaja tawuran dan saling menyerang lawan.

Sebagai upaya pencegahan, polisi membuat strategi. Salah satunya mencatat pelat nomor kendaraan yang dibawa para pelajar ke sekolah.

Upaya ini juga dilakukan untuk memudahkan proses identifikasi polisi ketika tawuran kembali pecah. Di sisi lain polisi juga akan menggencarkan kegiatan 'police goes to school' untuk memberikan penyuluhan kepada para pelajar.


Nopol Kendaraan Pelajar Dicatat

Pencegahan tawuran sejatinya adalah tugas dan tanggung jawab semua elemen masyarakat. Polsek Jagakarsa menyiapkan strategi untuk mencegah tawuran tersebut, yakni dengan mencatat nopol kendaraan pelajar.

"Untuk ke depan kami akan melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah. Anak-anak yang bawa kendaraan itu nanti akan kita catat pelat nomornya," ujar Kapolsek Jagakarsa Kompol Endang Sukmawijaya saat dihubungi detikcom, Rabu (6/10/2021).

Endang mengatakan tujuan pencatatan data kendaraan para pelajar itu untuk memudahkan polisi dalam proses identifikasi sehingga nantinya jika ditemukan adanya tawuran pelajar atau konvoi pelajar di jalanan, polisi bisa langsung melacaknya.

"Iya nanti kita ketahui, oh ini pelat ini, motor ini yang bawa si A, nanti kita cek," imbuhnya.

Halaman selanjutnya, murid-murid diimbau diantar jemput