Round-Up

Menanti Fakta Kasus Km 50 di Sidang Perdana 2 Polisi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 07 Okt 2021 06:03 WIB
Anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. Rekonstruksi tersebut memperagakan 58 adegan kasus penembakan enam anggota laskar FPI di tol Jakarta - Cikampek KM 50 pada Senin (7/12/2020) di empat titik kejadian perkara. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/aww.
Ilustrasi: Rekonstruksi peristiwa KM 50 Tol Cikampek. (ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar)
Jakarta -

Fakta-fakta peristiwa KM 50 Tol Jakarta-Cikampek seolah masih menunggu untuk diungkap. Pertengahan bulan ini, dua polisi bakal disidang soal kasus penembakan empat anggota laskar FPI itu. Publik menantikan fakta-fakta yang bakal terungkap.

Dua polisi itu adalah Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan, tersangka kasus ini. Dua polisi itu adalah oknum anggota Polda Metro Jaya.

Di luar dua polisi yang akan bersaksi di persidangan itu, sebenarnya ada satu oknum polisi lainnya yang dijadikan tersangka bernama Elwira Priyadi Zendrato. Namun penyidikan terhadap Elwira sudah dihentikan lantaran yang bersangkutan meninggal dunia pada Januari 2021.

Dua tersangka yang masih hidup, Ipda M Yusmin dan Briptu Fikri Ramadhan, tidak ditahan. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan mereka tidak ditahan karena mereka masih anggota Polri aktif dan ada jaminan tidak melarikan diri.

Mereka para tersangka dikenai Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal 338 KUHP itu mengatur hukuman bagi pelaku tindak pidana pembunuhan dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun. Pasal 55 ayat (1) mengatur mengenai oran gyang turut serta melakukan perbuatan pidana.

Para tersangka juga disangkakan dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal 351 ayat (1) mengatur soal penganiayaan dengan ancaman maksimal dua tahun delapan bulan penjara.

Selanjutnya, bakal disidang:

Simak Video: HRS: Pernyataan Amien Rais Soal TNI-Polri Tak Terlibat Km 50 Blunder!

[Gambas:Video 20detik]