Round-Up

Viani Bisa Jadi Seperti Fahri

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 21:05 WIB
Viani Limardi.
Viani Limardi (Dok. DPRD DKI Jakarta)
Jakarta -

Pemecatan kader PSI Viani Limardi dari partai dan anggota DPRD DKI Jakarta menjadi polemik. Pemecatan Viani Limardi oleh PSI mirip kasus Fahri Hamzah melawan PKS.

Viani Limardi diketahui dipecat setelah SK-nya beredar. SK pemecatan itu menyebutkan Viani tidak mematuhi instruksi pimpinan pusat PSI usai pelanggaran ganjil-genap 12 Agustus lalu. Adapun pemecatan Viani karena adanya penggelembungan pelaporan penggunaan dana APBD untuk kegiatan reses.

Tudingan PSI itu dibantah Viani. Dia menyebut PSI melakukan fitnah. Viani pun akan menggugat PSI terkait pemecatannya.

"Tidak ada sama sekali saya melakukan penggelembungan dana reses, itu fitnah yang sangat busuk dan bertujuan membunuh karakter saya," ujar Viani.

Meski telah dipecat PSI, pada Selasa (5/10/2021), Viani Limardi masih hadir dalam rapat di DPRD DKI Jakarta, tepatnya rapat membahas penanggulangan banjir Jakarta.

Viani Limardi, yang hadir, memperkenalkan diri bukan sebagai Fraksi PSI. "Terima kasih, Pimpinan, selamat sore, Bapak-Ibu, saya Viani Limardi dari fraksi rakyat DKI Jakarta," kata Viani.

Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Justin Adrian, mengaku menghargai kehadiran Viani dalam rapat. Sebab, secara administratif, Viani masih tercatat sebagai anggota DPRD DKI Fraksi PSI.

"Saya menghargai kehadiran Sis Viani dalam Rapat Komisi D, karena saya kira saat ini dia memang secara administratif dia masih tercatat sebagai anggota DPRD, masih menerima gaji dan tunjangan," kata Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Justin Adrian, kepada wartawan, Selasa (6/10/2021).

"Sehingga saya kira partisipasinya sebagai Dewan dalam rapat kerja adalah hal yang patut untuk dilakukan sementara menunggu proses pergantian antarwaktu yang masih berlangsung," lanjutnya.