Mendagri Ratas dengan Jokowi, Komisi II Tunda Rapat Keputusan Pemilu 2024

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 11:21 WIB
Jakarta -

Rapat Komisi II bersama Menteri Dalam Negeri beserta KPU dan Bawaslu soal keputusan Pemilu 2024 ditunda. Sejatinya hari ini Komisi II akan mengambil keputusan terkait jadwal Pemilu 2024.

Wakil Ketua Komisi II Saan Mustopa mengatakan penundaan itu dilakukan karena Mendagri Tito Karnavian menggelar rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Komisi II, penyelenggara pemilu, kedua juga dengan Mendagri. Tapi hari ini kita tunda, kita akan lakukan rapat internal antar kapoksi dan pimpinan. Penundaan ini terkait dengan soal Mendagri hari ini ada ratas di Istana dan ratas itu nggak bisa ditinggalkan karena ini menjadi tanggung jawab Pak Mendagri pada ratas kali ini," kata Saan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Meski begitu, pihaknya tetap menggelar rapat internal di Komisi II untuk mematangkan pembahasan terkait Pemilu 2024. Dia juga memberi waktu kepada penyelenggara pemilu untuk terus melakukan kajian secara matang.

"Penundaan ini juga terkait dengan kita akan menyampaikan, mengkomunikasikan dari apa yang sudah kita bahas kepada pimpinan partai agar pimpinan partai nanti juga bisa bertemu untuk sama-sama bicarakan ini," ujarnya.

"Ketiga, terkait dengan kita ingin berikan kesempatan lagi kepada KPU untuk lakukan exercise, tidak hanya KPU, tapi juga penyelenggara yang lain, Bawaslu maupun DKPP. Keempat nih kita juga mau konsultasi dengan MK dan MA terkait dengan PHPU, terutama terkait dengan batas waktu penyelesaian sengketa," lanjut Saan.

Saan mengatakan dari hasil tim konsinyering belum memunculkan kesepakatan terkait jadwal Pemilu 2024. Dia menyebut perlunya kesepakatan agar penyelenggaraan pemilu dapat berjalan lancar.

"Ya masih ada, ini kan terutama di tahapan yang lebih mikro ya, itu yang belum ketemu. Kalau dari sisi prinsip, itu sebenarnya relatif sudah hampir ada titik temu, tapi di tahapan yang mikro, yang antara pemilu dan pilkada ini yang memang perlu disimulasikan, exercise lebih detail lagi agar ini bisa terlaksana dengan baik. Pada prinsipnya kita ingin pemilu lebih efektif, efisien, dan tentu berkualitas," tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.