Kronologi Warga Permata Buana Diduga Dipersekusi Oknum RT Versi Polisi

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 20:29 WIB
Warga Permata Buana Dipersekusi, Lapor Polisi
Pagar rumah warga Permata Buana dipasangi poster 'pengusiran' (dok. istimewa)
Jakarta -

Polisi masih menyelidiki kasus dugaan persekusi dan pengusiran Hartono Prasetyo alias Toni (64), warga Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat. Polisi menjelaskan kronologi kejadian hingga akhirnya Toni melapor ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Hartono menjelaskan pihaknya menerima laporan dari Toni itu pada Maret 2021. Kasus diawali ketika Toni mengeluhkan masalah jalan ke aparat pemerintahan setempat.

"Orangnya komplain karena jalan, kan itu jalan umum kan, terus dia komplain ke RT-RW. Kemudian lapor ke camat, lurah, ke kelurahan terus camat--kalau tidak salah--jadi tokoh utama pejabat setempat datang ke situ," ujar Kompol Joko saat dihubungi wartawan, Selasa (5/10/2021).

Namun, ketika didatangi, menurut Joko, Toni tiak mau keluar dari rumahnya.

"Orangnya nggak mau keluar pas didatangin mau diajak diskusi, ini kenapa komplain kenapa gitu, itu kan emang jalan umum," ucapnya.

Salah satu keluhan Toni adalah jalan di depan rumahnya terlalu bising karena dilintasi kendaraan. Warga ikut datang ke lokasi hingga pagar rumahnya dipasangi 'poster' dari kardus dengan tulisan 'Usir Toni dari Permata Buana' dan 'Tinggal di Hutan Kalau Mau Sepi dan Tidak Mau Bersosialisasi dengan Tetangga dan Warga'.

"(Toni komplain) kenapa kok ini bising, itu kan jalan umum kan. Terus karena dipanggil nggak mau keluar, akhirnya dipasang plang sama warga yang hadir saat itu, bukan plang tapi kardus gitu, itu kayak di gambar," beber Joko.

Lihat juga video 'Ribut-ribut Belasan Satpam dengan Warga Kompleks di Jakbar':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya