Satgas Urai Sebab Gelombang Ketiga di LN, Minta Warga RI Hati-hati

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 19:23 WIB
A healthcare worker tends to a COVID-19 patient in a tent set up on the soccer field of the Samaritana Hospital, in Bogota, Colombia, Thursday, June 3, 2021. Colombia has become a pandemic hotspot experiencing a third wave of COVID-19 infections and a surge in deaths. (AP Photo/Ivan Valencia)
Foto ilustrasi gelombang ketiga Corona di Kolombia. (AP/Ivan Valencia)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 menguraikan penyebab kemunculan gelombang ketiga COVID-19 di luar negeri (LN), seperti di Amerika Serikat (AS), Singapura, hingga beberapa negara di Eropa dan Afrika. Begini pesan Satgas untuk mencegah gelombang ketiga Corona di Indonesia.

Juru bicara pemerintah RI untuk penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, awalnya menjelaskan penyebab kemunculan gelombang pertama di hampir semua negara di dunia. Salah satu penyebabnya, rendahnya pengetahuan tentang COVID-19.

"Pada awalnya, kemunculan lonjakan kasus COVID-19 di hampir semua negara akibat masih rendahnya pengetahuan banyak pihak akan penyakit ini, termasuk para ahli dan ilmuwan di bidang penyakit menular. Penyebaran COVID-19 dari Wuhan ke negara-negara lain terjadi akibat mobilitas yang besar antarnegara saat itu sehingga menyebabkan pandemi," kata Wiku seperti dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Setpres, Selasa (5/10/2021).

"Meningkatnya jumlah kasus-kasusnya, khususnya kasus perawatan di rumah sakit, disebabkan belum ditemukannya obat-obat atau vaksinasi yang mendukung upaya kuratif saat itu," imbuhnya.

Untuk gelombang kedua COVID-19 disebabkan kemunculan varian baru. Wiku menyebut kemunculan gelombang kedua juga disebabkan tidak ada penjagaan mobilitas antarnegara.

"Timbulnya variant of concern (VoC), seperti alpa, gama dan beta di beberapa negara seperti Inggris, Afrika Selatan, dan India, menyebabkan kemunculan gelombang kedua. VoC yang tidak disertai dengan penjagaan mobilitas antarnegara menyebabkan gelombang ikutan ke negara-negara tetangga, bahkan negara-negara Asia Tenggara, seperti Thailand dan Indonesia," papar Wiku.

Berdasarkan studi dari Rusia, sebagaimana dikutip Wiku, penyebaran varian impor di 35 negara di dunia disebabkan pergerakan domestik. Di Jepang, penyebaran varian impor signifikan terjadi akibat penularan klaster.

"Studi dari Rusia mengenai analisis regresi COVID-19 dari 35 negara di dunia menyatakan, bahwa mayoritas penyebaran varian baru di beberapa negara tersebut terjadi akibat pergerakan domestik yang memperparah penyebaran varian impor," ungkap Wiku.

"Sedangkan di Spanyol, Jepang, dan Korea Selatan, penyebaran signifikan terjadi akibat penularan komunitas atau klaster, sehingga penderita COVID-19 umumnya berasal dari kelompok yang sama. Contohnya ibu hamil dan anak-anak untuk di Spanyol dan kasus perkantoran untuk di Jepang," sambung dia.

Penyebab gelombang ketiga di luar negeri ada di halaman berikutnya.