Wagub DKI Bantah Surat Anies ke Bloomberg untuk 'Minta Jatah' Antirokok

Kadek Melda - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 22:18 WIB
Jakarta -

Beredar surat dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke pendiri Bloomberg Philanthropies, Michael R Bloomberg, yang dinarasikan meminta jatah kampanye antirokok. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah hal tersebut.

"Nggak ada, nggak ada permintaan dana di sini (surat)," kata Riza sambil memegang surat, di Balai Kota Jakarta, Senin (4/10/2021).

Riza menegaskan surat tersebut merupakan sebuah bentuk komitmen Pemprov DKI dalam menjaga kesehatan warganya dengan cara berkolaborasi. Pemprov DKI, kata Riza, ingin memastikan Jakarta menjadi kota yang sehat bersama puluhan kota lainnya di dunia.

"Justru ini komitmen kita sebagai kota kolaborasi, ingin memastikan Jakarta bergabung dengan kota-kota dunia lainnya menjadi kota yang sehat dengan 50 kota lainnya," ujarnya.

"Ini bentuk kolaborasi. Prinsipnya Pak Anies ingin memastikan Jakarta menjadi kota yang sehat, salah satunya menjadi kota yang sehat, warganya sehat, kita harus membatasi perokok, apalagi bagi anak-anak ya, usia remaja dan ke bawah tidak diperkenankan," lanjutnya.

Riza mengatakan dampak yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi rokok dapat menurunkan kesehatan tubuh. Dia mengajak masyarakat melakukan gaya hidup sehat dengan menghindari rokok.

"Itu artinya Pak Anies, kami Pemprov punya komitmen yang tinggi untuk kesehatan warga. Kita tahu rokok dapat mengakibatkan menurunnya kesehatan. merokok itu kan tidak sehat. Kami minta warga Jakarta untuk dapat hidup sehat, hidup bersih, hindari konsumsi yang dapat mengakibatkan menurunnya atau mengakibatkan kesehatan menurun," ucapnya.

Surat Anies itu diunggah akun @rokok_indonesia, Jumat (4/10) pekan lalu. Ada beberapa cuitan yang diunggah akun tersebut.

Akun @rokok_indonesia memberi jawaban kenapa Anies diserang soal rokok di medsos Twitter. Saat itu akun tersebut menuding Anies minta jatah kampanye antirokok.

"Kenapa sih pada nyerang Anies Baswedan? Ya karena beliau minta jatah ke Bloomberg Initiative buat kampanye anti rokok," tulis akun itu.

Cuitan tersebut disertakan unggahan surat dari Anies ke Bloomberg Initiative, lembaga donor di balik kampanye anti-rokok global. Akun itu menyebut lembaga itu didirikan miliarder Amerika Serikat (AS) Michael Bloomberg dan yang mana telah menggelontorkan uang hampir USD 1 miliar demi kampanye antirokok di seluruh dunia.

"Inisiasi bertukar surat dengan komitmen melarang rokok di daerah kekuasaannya ini ya bisa jadi alat tukar politik. Ingat bentar lagi 2024, waktunya cari dana bos," cuit akun @rokok_indonesia.

"Tipikal elit politik macam begini, saran kami, menjadi pihak yang tak layak dipilih. Baru jadi gabener aja udah cari donoran dari pihak asing. Alat barternya, ya nasib jutaan rakyat Indonesia yang hidup dari kretek ini," lanjut cuitan itu.

Dilihat Senin (4/10/2021), melalui surat itu, Anies bicara bagaimana Jakarta melindungi warga dari rokok. Anies menyebut Jakarta melarang iklan dan pajangan tembakau di dalam dan luar ruangan di tempat penjualan.