Ombudsman Periksa Perekam Video Viral Penganiayaan Napi di Sumut

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 10:48 WIB
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Ombudsman RI perwakilan Sumatera Utara (Sumut) terus mendalami dugaan penganiayaan petugas Lapas terhadap salah satu narapidana di Lapas Tanjung Gusta, Medan. Ombudsman pun memeriksa narapidana berinisial H, yang merekam video viral tersebut.

"Permintaan keterangan itu berlangsung di Lapas Gunungsitoli, Lapas tempat H dipindahkan," jelas Kepala Ombudsman Sumut Abyadi Siregar kepada wartawan, Senin (4/10/2021).

Abyadi menyebutkan pemeriksaan itu dilakukan pada Minggu (3/10) kemarin. Menurut Abyadi, sejumlah informasi penting terungkap dari keterangan H.

Informasi penting itu, kata Abyadi, pihaknya mendapati terkait informasi penyebab penganiayaan. Selain itu, informasi penting lain adalah terkait bagaimana alat komunikasi handphone (HP) bisa dimiliki oleh banyak warga binaan.

"Ini menarik. Kita mendapat keterangan bagaimana modusnya HP bisa dimiliki warga binaan di Lapas Kelas-I Medan," sebut Abyadi.

Selain soal HP yang dimiliki warga binaan, juga terungkap bagaimana modus narkoba masuk ke dalam Lapas. Dalam permintaan keterangan itu, juga terungkap bagaimana perilaku oknum-oknum sipir Lapas.

"Mohon maaf. Informasi yang lebih detail tentang semua ini belum bisa kami uraikan sekarang. Karena semua informasi ini adalah untuk kebutuhan penyusunan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI Perwakilan Sumut," ucap Abyadi.

Selain narapidana, sebelumnya Ombudsman telah memeriksa sejumlah pejabat di Lapas hingga Kanwil Kemenkumham. Mereka yang diperiksa yakni Kepala Pengamanan Lapas Kelas 1 Medan, Kalapas Kelas 1 Medan, Kadiv Pas, hingga Kakanwil Kemenkumham Sumut.

Untuk diketahui video memperlihatkan punggung seorang pria tampak berwarna merah seperti lebam viral di media sosial (medsos). Peristiwa itu disebut terjadi di Lapas Kelas I Medan, Sumatera Utara.

Lihat juga Video: Polisi Ungkap Alasan Eks Panglima FPI Tak Jadi Tersangka Penganiayaan Kace

[Gambas:Video 20detik]