Kubu Moeldoko Tepis Nazaruddin Keluar Koalisi: Cara PD Mirip Penjajah!

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 10:34 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di RS Khusus Pendidikan Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Selasa (17/3/2015). Muhammad Nazaruddin diperiksa sebagai saksi untuk anak buahnya yang telah menjadi tersangka, Marisi Matondang.
Muhammad Nazaruddin (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono menyebut Muhammad Nazaruddin keluar dari koalisi kubu Moeldoko. Jubir kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, membantah kabar Nazaruddin keluar dari koalisi Moeldoko.

"Kami solid," kata Rahmad kepada wartawan, Senin (4/10/2021).

Kubu Moeldoko justru menyebut Partai Demokrat menggunakan cara murahan dengan melontarkan isu Nazaruddin keluar koalisi. Selain soal Nazaruddin, Partai Demokrat menyebut Max Sopacua mengundurkan diri, dan hal itu juga dibantah kubu Moeldoko.

"Itu mirip cara-cara penjajah. Gaya politik adu domba. Politik murahan," ujarnya.

Rahmad menegaskan bahwa Nazaruddin, yang sempat menjadi Bendum Partai Demokrat, masih berada dalam kubu Moeldoko. Nazaruddin, kata Rahmad, masih berkomunikasi dengan Moeldoko.

"Masih (berkomunikasi)," ucap Rahmad.

Nazaruddin mengatakan Nazaruddin aktif di dalam grup WhatsApp khusus KLB yang Deli Serdang. "Beliau aktif di grup WA khusus DPP KLB Deli Serdang," imbuhnya.

Sementara itu, elite kubu Moeldoko, Darmizal, mengatakan AHY dkk sedang dalam kondisi sangat panik. Darmizal senada dengan Rahmad soal kekompakan kubu Moeldoko hasil KLB Deli Serdang.

"Karena itu, kekompakan dan kekuatan soliditas seluruh pejuang KLB PD Sibolangit modal dasar kami untuk menang dengan penegakan supremasi hukum. Kami mengedepankan data dan fakta sembari menjauh dari fitnah dan caci-maki seperti yang dilakukan AHY dan gerombolan pengikutnya," kata Darmizal.

Darmizal meyakini masyarakat cerdas menilai pihak mana yang benar dan siapa penyebar hoaks dan menebar fitnah. Partai Demokrat dinilai 'membenturkan' kepala ke sana kemari karena panik dengan kekalahan di depan mata.

"Selesainya sengketa partai ini hanya menunggu waktu saja. Siapa yang game over dan leading nantinya. Saya prihatin atas ulah mereka dan Tuhan tidak suka perbuatan fitnah yang hina," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Saat Kubu AHY Beri 2 Opsi ke Moeldoko hingga Ungkap Minta Jabatan ke SBY

[Gambas:Video 20detik]