General Manager-Karyawan Kopi Koboy Diperiksa Terkait Temuan Miras

Nahda Rizki Utami - detikNews
Sabtu, 02 Okt 2021 19:28 WIB
Polisi menindak kafe dan bar di Jaksel yang melanggar jam operasional PPKM level 3 (dok.Polda Metro Jaya)
Polisi menindak kafe dan bar di Jaksel yang melanggar jam operasional PPKM level 3. (Foto: dok. Polda Metro Jaya)
Jakarta -

Polisi menyita ratusan botol minuman beralkohol dari Kopi Koboy, Radio Dalam, Jakarta Selatan. Polisi beralasan penyitaan dilakukan lantaran Kopi Koboy tidak punya izin menjual minuman beralkohol.

Terkait penjualan miras tersebut, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya memeriksa empat orang dari manajemen Kopi Koboy.

"Baru empat orang (yang diperiksa)," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa saat dihubungi, Sabtu (2/9/2021).

Keempat saksi tersebut terdiri atas general manager, kasir, dan dua karyawan Kopi Koboy.

"GM, kasir, dan dua karyawan," ucap Mukti.

Mukti mengatakan pihaknya menyita ratusan botol miras dari Kopi Koboy. Menurut Mukti, minuman beralkohol di Kopi Koboy itu ada yang produk impor dan juga lokal.

"Mirasnya impor dan lokal, kita proses hukum," jelas Mukti.

Kopi Koboy Tak Punya SIUP-MB

Diketahui Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyita minuman keras dari Kopi Koboy. Polisi menyebut penjualan minuman beralkohol di Kopi Koboy tidak dilengkapi Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP MB).

"Terus pelanggarannya jelas di kedai kopi di daerah Radio Dalam. Sebenernya mereka belum punya izin SIUP MB, tetapi sudah menjual minuman. Itu nggak boleh ya," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa, Sabtu (2/9/2021).

Tidak hanya itu, menurut Mukti, Kopi Koboy beroperasi melewati jam operasional di masa PPKM level 3.

"Di sini (Kopi Koboy) yang paling parah juga, udah jam 01.30 WIB belum bubar," tambah Mukti.

Simak penjelasan Kopi Koboy di halaman selanjutnya