Kondisi Terkini Iptu Budi Basra Korban Penembakan KKB di Kiwirok Papua

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 02 Okt 2021 15:36 WIB
Yenny Wahid jenguk Iptu Budi Basra, korban penembakan KKB di Kiwirrok, Papua
Yenny Wahid menjenguk Iptu Budi Basra, korban penembakan KKB di Kiwirrok, Papua. (Foto: dok. Istimewa)
Jayapura -

Iptu Budi Basra, korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, masih terbaring di RS Bhayangkara. Iptu Budi Basra diketahui tertembak di bagian dada saat mempertahankan Bandara Kiwirok dari serangan teroris KKB Papua.

Saat ditemui Yenny Wahid di RS Bhayangkara, Jayapura, Papua, Jumat (1/10), Iptu Budi Basra masih terbaring lemas. Tampak dadanya yang terkena tembakan diberi perban.

Yenny Wahid sempat bertanya-tanya seputar kronologi kejadian kepada Iptu Budi. Iptu Budi kemudian menjawab, saat itu dia sedang mengamankan Bandara Kiwirok.

"Pas mau turun berapa tangga-tangga tuh langsung udah langsung ditembak, jatuh di got, saya lari naik ke atas," ujar Budi.

Yeny Wahid kemudian menanyakan apakah Budi mengenakan rompi antipeluru saat itu dan dijawab 'iya' oleh Budi. Yenny Wahid pun kaget bagaimana bisa peluru itu menembus rompinya.

"Kekuatan sama besaran amunisinya," jawab Budi.

Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu kemudian menanyakan seberapa dekat Iptu Budi dengan anggota KKB saat itu.

"50 (meter). Jalannya kan trap-trap, jurang," ujar Budi. Yenny Wahid kemudian mendoakan agar Budi segera pulih.

Penyelesaian Konflik Papua

Di momentum Hari Kesaktian Pancasila itu, Yenny Wahid menyempatkan diri berkunjung ke beberapa tempat dan berdialog dengan tokoh dan masyarakat Papua. Menurut Direktur Wahid Foundation itu, masalah kesejahteraan dan keadilan adalah persoalan utama konflik Papua yang berkepanjangan.

"Hari ini momentum Hari Kesaktian Pancasila juga kembali mengingatkan kepada kita semuanya, khususnya dalam mengatasi berbagai isu permasalahan di Papua, setelah kunjungan beberapa tempat dan berdialog, bagi saya persoalan utama di Papua adalah kesejahteraan dan keadilan," kata Yenny Wahid.

Menurutnya, persoalan ini bisa diselesaikan dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima 'Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia'. Persoalan konflik Papua akan selesai jika masyarakat kooperatif serta bahu-membahu bersama pemerintah dalam membangun Papua.

"Masyarakat harus kooperatif dan bahu-membahu bersama dengan pemerintah Indonesia membangun Papua bersama. Generasi-generasi unggul Papua harus diciptakan, sehingga ke depan Papua memiliki figur yang dapat membawa Papua menjadi maju dan setara," tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya