Jazilul Fawaid Minta Unair Beri Pendidikan Vokasi untuk Santri

Khoirul Anam - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 23:19 WIB
Jazilul
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid meminta akademisi Universitas Airlangga (Unair) untuk memberikan pendidikan vokasi di pesantren yang sedang dirintisnya, yaitu Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin di Desa Sidorukun, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Ia bercerita selama ini telah melakukan silaturahmi ke sejumlah akademisi untuk menyerap pandangan untuk memajukan dunia pendidikan pesantren. Salah satunya dengan para akademisi Unair dan Unesa di Surabaya.

"Tentunya dengan berkolaborasi bersama akademisi ini sebuah keniscayaan. Hari ini kami mendengar pencerahan dari Rektor Universitas Airlangga (Unair) dan jajarannya. Kita akan membahas terkait potensi dan tantangan dunia pendidikan mutakhir," tutur Gus Jazil, sapaannya, dalam keterangannya, Jumat (1/10/2021).

Usai bertemu Rektor Unair Prof Mohammad Nasih dan para pakar lainnya di Gedung Rektorat Unair kemarin, ia mengatakan sedang merintis sebuah pesantren modern yakni Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin di Desa Sidorukun, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Setelah sebelumnya Sudah berdiri SMP Modern Al-Maajid, pada tahun ajaran baru mendatang akan dibuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Kami ingin nanti sekolah kejuruan ini bisa diberikan penerapan keahlian yang memang dibutuhkan para santri untuk membekali kehidupan di masa mendatang," ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Unair Mohamad Nasih mengatakan sebelumnya Unair juga telah membuka kelas di Kabupaten Gresik. Apalagi wilayah Gresik merupakan basis industri sehingga keberadaan sekolah vokasi atau kejuruan bakal menjawab tantangan sekaligus kebutuhan Gresik sebagai Kota Industri.

"Monggo, kita siap bersinergi dengan pesantren. Memang sebelumnya di Gresik kami (Unair) telah membuka beberapa kelas untuk beberapa program studi di antaranya D3 Keperawatan, D3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), D3 Laboratorium Medis, serta D4 Tekhnologi Radiasi Pencitraan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasih mengatakan potensi pendidikan vokasi untuk SMK dan perguruan tinggi di pesantren juga bisa memberikan kecakapan dan keahlian yang nantinya akan mempermudah dalam mendapatkan lapangan pekerjaan.

"Yang terjadi, saat pendidikan vokasi masih ditempuh mahasiswa, pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan sudah inden (menunggu)," tutur Nasih.

(ncm/ega)