Polisi: Pelaku Tawuran di Tebet Pakai Kode Rahasia saat Komunikasi Via IG

Firda Cynthia - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 19:19 WIB
Polisi tangkap admin Instagram yang kerap provokasi tawuran di Tebet (dok.istimewa)
Polisi tangkap admin akun Instagram yang kerap provokasi tawuran di Tebet (dok.istimewa)
Jakarta -

Polsek Tebet mengamankan kelompok tawuran di balik akun @mentengdalamofficial. Polisi mengungkapkan bahwa mereka memiliki kode-kode tertentu saat berkomunikasi dengan kelompok tawuran lainnya.

"Mereka mengaktifkan mode privasinya pada saat mau menantang kelompok lain. Bahkan di IG-nya ada istilah-istilah kode tertentu," kata Kapolsek Tebet Kompol Alexander Yuriko di Mapolsek Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (1/10/2021).

Lalu, apa saja kode-kodenya?

Menurut penuturan Alexander, mereka memiliki beberapa kode yang mereka gunakan saat berkomunikasi di akun Instagram, di antaranya 'Paketnya di-pending dulu', 'Awas angin ribut', dan 'Awas air bah banjir'.

Alexander menjelaskan bahwa kode-kode tersebut memiliki arti yang hanya dipahami oleh masing-masing kelompok tawuran.

"Bahasanya seperti ini, 'Paketnya di-pending dulu', mungkin karena unit Polsek Tebet sedang patroli. Bahkan di IG-nya ada kode tertentu seperti 'Awas angin ribut' artinya pihak kepolisian sedang patroli," ujarnya.

"'Awas air bah banjir' artinya kawan-kawan Satpol PP. Bahasa mereka sampai seperti itu," sambung Alexander.

Admin IG Akun Tawuran Ditangkap

Polisi menyampaikan bahwa mereka kerap saling tantang untuk melakukan tawuran melalui akun Instagram. Kini pelaku berinisial ENP (26) yang berperan sebagai admin akun Instagram sudah ditangkap.

"Dari patroli siber yang dilakukan tim siber Polsek Tebet, kami berhasil melaksanakan preventive strike. Artinya, belum terjadi tawuran, mereka baru tantang-menantang antarkelompok di Instagram, kami berhasil mengamankan," katanya.

Sebelum insiden tawuran terjadi, polisi berhasil mengamankan sebanyak 11 orang tersangka pada Sabtu (25/9). Polisi juga menyita sebanyak 11 buah senjata tajam berupa, satu stik golf, dan satu buah busur panah.

"Yang mirisnya, dari TKP ini kami dapatkan yaitu stik golf dan busur panah," kata Alex.

Akibat perbuatannya itu, mereka dijerat Pasal 2 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 28 ayat 2 UU Informasi, Teknologi, dan Transaksi Elektronik (ITE).

(mea/mea)