Agus Rahardjo Apresiasi Jokowi-Kapolri soal Nasib Eks Pegawai KPK: Kebijakan Solutif

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 09:40 WIB
Ketua KPK, Agus Rahardjo di kantor Gubernur DIY, Selasa (16/7/2019).
Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo Foto: Usman Hadi/detikcom
Jakarta -

Eks Ketua KPK Agus Rahardjo ikut menyampaikan pandangannya terkait niat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merekrut eks pegawai KPK sebagai ASN Polri. Dia mengapresiasi Sigit dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya juga sangat appresiasi kebijakan yang diambil Kapolri, dan betul itu merupakan langkah yang solutif," kata Agus kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).

Agus mengatakan, sebagaimana diketahui, MA memutuskan menolak gugatan uji materi Peraturan Komisi (Perkom) No 1 Th 2021 yang dimohonkan pengujiannya oleh pegawai KPK. Namun MA juga memutuskan tindak lanjut dari hasil asesmen TWK tersebut menjadi kewenangan pemerintah.

Sigit sendiri telah menyurati langsung Presiden Jokowi terkait niatnya merekrut Novel Baswedan dkk sebagai ASN Polri dan kemudian mendapat restu. Agus menilai, kebijakan yang diambil Sigit ini sebagai langkah solutif untuk menyelesaikan polemik yang terjadi.

"Saya kira kebijakan yang disampaikan Kapolri dan disetujui Presiden itu, menunjukkan kewenangan pemerintah tersebut, dan itu betul-betul kebijakan yang solutif untuk penyelesaian masalah TWK yang menjadi polemik belakangan ini," ujarnya.

"Oleh karena itu apresiasi yang tinggi, kepada Kapolri dan Presiden RI, terkait dengan keputusan yang telah diambil," sambungnya.

Agus menambahkan, tentu saja masih diperlukan tindak lanjut dan pembahasan teknis terkait dengan rekrutmen ini. Dia meminta prosedurnya dilakukan sesuai aturan perundangan yang berlaku.

Diketahui, 57 orang pegawai KPK yang tak lolos TWK untuk alih status menjadi ASN resmi diberhentikan 30 September 2021. Pemberhentian dilakukan meski pelaksanaan TWK menuai kontroversi.

Pengumuman pemberhentian dengan hormat terhadap para pegawai KPK yang tak lolos TWK itu telah disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata pada Rabu (15/9). Dia mengatakan para pegawai KPK yang tak lolos TWK bakal diberhentikan dengan hormat per 30 September 2021, yang artinya hari ini.

"Terhadap enam orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dan diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan namun tidak mengikutinya, maka tidak bisa diangkat sebagai ASN dan akan diberhentikan dengan hormat per 30 September 2021. Memberhentikan dengan hormat kepada 50 orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat per tanggal 30 September 2021," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di KPK.

(hri/fjp)