Said Aqil dan Yahya Staquf Jadi Kandidat Kuat di Bursa Ketum PBNU

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 09:28 WIB
Kantor PBNU/Istimewa
Kantor PBNU (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) bakal diselenggarakan pada 23-25 Desember 2021. Nama Said Aqil Siroj dan Yahya Cholil Staquf menguat di bursa Ketua Umum PBNU.

"Selama ini ada dua calon yang sudah menguat, satu Kiai Said Aqil Siroj sebagai incumbent, Yahya Staquf itu. Kalau Yahya Staquf itu memang sudah declare, tetapi kalau Kiai Said siap maju karena diminta oleh banyak wilayah karena dianggap membawa NU lebih bagus, terutama di dunia pendidikan," kata Ketua PWNU DKI Syamsul Maarif kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).

Perihal mekanisme pemilihan Ketua Umum, Syamsul mengatakan sempat muncul perbedaan pendapat di Munas dan Konbes NU 2021. Menurut dia, mayoritas setuju Ketua Umum dipilih oleh pemilik suara yang sah, yaitu PWNU dan PCNU.

"Kalau untuk Ketua Umum memang kemarin sempat perbedaan pendapat, tapi masih mayoritas memilih dipilih secara one man one vote," ujar Syamsul.

Selain itu, Syamsul menjelaskan Muktamar Ke-34 NU itu nantinya harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebab, kata dia, muktamar bakal dihadiri banyak orang.

"Ya jadi kemarin itu keputusan muktamar akan dilaksanakan pada 23 sampai 25 Desember dengan catatan, pertama, tentu dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Yang kedua harus mendapatkan izin dari Satgas COVID karena memang agak riskan muktamar ini akan dihadiri kurang-lebih bisa 5.000-an orang, itu minimal. Maka harus mendapatkan izin dari Satgas COVID," ujar Syamsul.

Habib Luthfi Diusulkan Jadi Rais Aam

Syamsul juga mendengar ada usulan yang disampaikan sejumlah pihak agar Habib Luthfi bin Yahya menjadi Rais Aam PBNU. Habib Luthfi dinilai sosok ulama karismatik yang tepat mengisi posisi Rais Aam.

"Ada perkembangan baru di jajaran syuriah itu. Sekarang Habib Luthfi itu ada yang meminta jadi rais aam, jadi di kepengurusan NU itu ada rais aam dan ketua umum," ujar Syamsul.

Lihat juga video 'Cerita Ketum PBNU Dimarahi Taliban Saat Bicara soal Hak Perempuan':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/fjp)