Round-Up

Dudung Buka-bukaan soal Copot Baliho HRS dan Hilangnya Patung Soeharto

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 05:44 WIB
Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman
Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman (Dok. Kostrad)
Jakarta -

Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman buka-bukaan soal aksinya mencopot baliho Habib Rizieq Shihab (HRS) saat masih menjabat Pangdam Jaya. Dudung mengungkap alasan dirinya mencopot baliho HRS.

Dudung awalnya bercerita saat dirinya mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan paham khilafah dan radikal. Dudung menilai terdapat beberapa pihak yang mencoba menggunakan dalil agama untuk kepentingan pribadi dan politik.

"Kegiatan-kegiatan yang di Indonesia, saya lihat sudah mulai dengan adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kepentingan politiknya, kepentingan pribadinya menggunakan dalil-dalil agama. Apapun demonstrasinya, apapun kehendaknya, bahkan menjelek-jelekkan pemerintah ini dengan dalil agama," ujar Dudung, Kamis (30/9/2021).

Melihat kondisi tersebut, Dudung merasa terpanggil untuk mengatasi fenomena yang terjadi. Dia mengatakan ada pertaruhan besar jika doktrin dari pihak memanfaatkan dalil agama untuk kepentingan politik itu masuk ke masyarakat.

"Melihat fenomena ini saya merasa terpanggil, saya sebagai TNI, hal-hal demikian kita tidak boleh diam, karena cara-cara seperti ini yang sangat berbahaya. Karena kalau sudah doktrin masuk ke dalam masyarakat dengan dalil agama, maka ini akan menjadi pertaruhan yang sangat luar biasa," kata Dudung.

Dudung kemudian menyinggung kelompok yang menggelar kegiatan dengan membawa dalil agama serta memasang baliho yang berisi ajakan jihad. Dudung mengatakan pihaknya beserta jajaran polisi dan Satpol PP kala itu melakukan penertiban.

TNI Turunkan Baliho Habib Rizieq di JakartaTNI Turunkan Baliho Habib Rizieq di Jakarta (Rifkiano Nugroho/detikcom)

"Yang terjadi beberapa bulan yang lalu ada kelompok-kelompok tertentu yang merasa paling benar, merasa yang paling bertakwa, merasa paling beribadah, seakan akan merasa yang paling sempurna. Nah ini yang tidak boleh, seyogyanya kita harus menghargai bagaimana kebijakan pemerintah bagaimana kita berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945," tuturnya.

"Ini banyak sekali kegiatan yang mereka lakukan dengan sesukanya sendiri, salah satunya dengan memasang baliho dengan mengajak berjihad, mengajak revolusi akhlak dan sebagainya. Ini kan kalau dibiarkan mereka merasa paling benar sendiri tidak mengikuti aturan yang berlaku di pemerintah. Oleh karenanya, TNI-Polri dan Satpol PP saat itu kita bertindak menertibkan sesuai dengan permintaan pemerintah daerah, ini yang saya lakukan, kalau nggak kita bertindak ini akan berbahaya bagi kita semua," sambungnya.

Dudung juga menyinggung masih adanya orang yang tidak puas dan memprovokasi masyarakat. Untuk itu, dia meminta masyarakat memegang teguh Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta tidak mudah terprovokasi.

Lihat juga video 'HRS: Pangdam Jaya Nggak Bernyali, Kelasnya Hanya Perangi Baliho':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: