Gatot Nurmantyo: Ironis! Patung Sukarno di Mana-mana, Soeharto Musnah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 17:12 WIB
gatot nurmantyo
Gatot Nurmantyo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyoroti keberadaan patung Presiden RI ke-2 Soeharto yang seakan-akan hilang di peredaran. Gatot berharap ada patung pendiri negara di Markas Kostrad sebagai simbol besarnya negara Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Gatot dalam acara Karni Ilyas yang disiarkan Karni di akun YouTube-nya bertajuk 'KOMUNIS BANGKIT LAGI?? JENDERAL GATOT: SAYA MEMBERIKAN WARNING!" - KARNI ILYAS CLUB'. Gatot menyoroti itu ketika ditanya tentang harapan Gatot usai peristiwa hilangnya hilangnya patung Soeharto dkk di Markas Kostrad.

"Ya saya tetap berpikir positif bahwa karena Kostrad itu adalah tulang punggung, pada saat 65 (1965) dan seterusnya, untuk menjaga. Karena justru museum itu ada di Kostrad itu adalah bentuk pewarisan sejarah, agar semua prajurit Kostrad itu tahu dan sadar, bahwa panglimanya seperti itu, kemudian Kostrad seperti itu, sehingga suatu saat operasi pasti dia paling depan Kostrad," kata Gatot dalam YouTube Karni Ilyas seperti dilihat, Kamis (30/9/2021).

Kemudian, Gatot bicara mengenai keberadaan patung Soeharto. Menurut Gatot, di Kostrad itu perlu ada patung Soeharto yang juga berjasa untuk Indonesia.

"Nah ini, tiga-tiganya mengusik kebangsaan saya, sosok Sarwo Edhie, saya juga prajurit komando, Pak Harto (Soeharto), saya juga mantan Pangkostrad, Pak AY (Azmyn Yusri) Nasution juga mantan KSAD, beliau-beliau inilah contoh, panutan, tentang bagaimana perjuangan, bagaimana cara berpikir, bagaimana cara merencanakan mengambil keputusan yang efisien. Sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya bisa memutarbalikkan. Ini kan suatu hal sangat strategis bagi bukan hanya TNI, keluarganya, maupun masyarakat," tutur Gatot.

"Bung Karni, di mana-mana patung Bung Karno ada, bahkan nama Soekarno-Hatta jalan ada, Pak Harto mantan presiden ada jasanya juga, mana sih ada patung? Hanya patung kecil seperti itu pun musnah. Ini kan suatu hal yang sangat ironis," lanjutnya.

Dia meminta siapa pun menghormati Presiden Indonesia. Dia juga berharap di Markas Kostrad ada patung-patung presiden dan dijelaskan ketokohan masing-masing.

"Nah harapan saya, marilah sama-sama kita hormati siapapun mantan presiden kita semuanya. Sehingga dunia melihat bahwa kita bangsa yang besar menghargai apapun kesalahannya, ini hanya sebagai pelajarannya jangan sampai terulang, tetapi kita angkat sama-sama. Bung Karno contohnya bawa proklamasi, kemudian Pak Harto bapak pembangunan, Bu Mega presiden wanita pertama, dan seterusnya, Jokowi mungkin presiden infrastruktur, kan gitu, jadi ditokohkan semuanya pada posisi yang sama. Sehingga dunia melihat wah itu Indonesia," pungkasnya.

Lihat juga video 'Gatot Sebut TNI Disusupi PKI, Pimpinan DPR Minta Pembuktian':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/fjp)