Sempat Diundur, Pemprov DKI Gelar PTM di 1.509 Sekolah Besok

Tiara Aliya - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 15:21 WIB
Sekolah di Tangerang mulai melakukan uji coba sekolah tatap muka dengan terapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti apa pelaksanaannya? Lihat yuk.
Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Dinas Pendidikan DKI Jakarta besok akan membuka 1.509 sekolah di Ibu Kota untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM). Pembukaan sekolah sempat tertunda selama 3 hari lantaran ada asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) di tingkat SMA.

"Ada 1.509, 610 sekolah ditambah 899 sekolah. (Pembukaan) terus jalan, nggak ada perubahan," kata Kasubag Humas Taga Radja Gah saat dikonfirmasi, Kamis (30/9/2021).

Taga memastikan pembukaan sekolah akan dilaksanakan meskipun pada Senin (4/1) mendatang akan diselenggarakan ANBK tingkat SMP. Hal ini diputuskan lantaran banyak orang tua dan guru yang menginginkan PTM tetap berjalan meskipun ada ANBK.

Oleh karena itu, Disdik pun memutuskan membuka sekolah selain tingkat SMP selama ANBK.

"Evaluasi terus berjalan dan dari situ kelihatan ternyata nggak terlalu berat, karena yang ikut nggak terlalu banyak. Kedua, keinginan dari orang tua yang lulus pelatihan, guru-guru, kepala sekolah," jelasnya.

"Meskipun jadwalnya ANBK SMP jadi yang tidak PTM adalah ANBK saja, jadi yang PAUD, SD, SMA, SMK, SLB itu tetap," sambungnya.

Ia menyampaikan jadwal ANBK hanya berlangsung selama empat hari mulai Senin (4/10) hingga Kamis (7/10) mendatang. Setelah itu, jenjang SMP dibolehkan menggelar PTM.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 1.509 sekolah di Ibu Kota tak menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada 27 September. Hal ini lantaran sejumlah sekolah tengah menjalani asesmen nasional berbasis komputer (ANBK).

"Perlu disampaikan bahwa besok itu kan jadwal berbarengan dengan asesmen nasional berbasis komputer. ANBK tingkat SMA, nah kita sudah menjadi kebijakan dari Disdik ketika ANBK berlangsung maka PTM tidak dilaksanakan," kata Kasubag Humas Disdik DKI Taga Radja Gah saat dikonfirmasi, Minggu (26/9/2021).

Taga menjelaskan pihaknya menjadwalkan ulang PTM pada 1 Oktober mendatang. Meskipun hanya sebagian sekolah yang melaksanakan ANBK, penundaan pembukaan sekolah tetap diberlakukan untuk seluruh satuan pendidikan demi mencegah klaster COVID-19.

"Jadi kebijakan Disdik, satuan pendidikan mana pun yang ANBK, maka seluruh sekolah yang PTM ditunda. Karena bisa jadi SMA dekat dengan SD, SMP itu yang berbahaya, takut ada interaksi atau kerumunan para siswa. Ini yang kita hindari," terangnya.

(dwia/dwia)