Lagu Lama Isu Kebangkitan G30S/PKI, Kali Ini dari Hilangnya Patung

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 10:32 WIB
Diorama di Kostrad. (Dok akun Twitter resmi Kostrad, @Cakra_Kostrad)
Diorama di Kostrad. (Dok akun Twitter resmi Kostrad, @Cakra_Kostrad)

Pangkostrad: itu tudingan keji

Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, begitulah kepanjangan dari Kostrad, menyebut apa yang disampaikan Gatot itu sebagai fitnah. Adalah Panglima Kostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman yang menepis tuduhan Gatot itu.

"Jadi, tidak benar tudingan bahwa karena patung diorama itu sudah tidak ada, diindikasikan bahwa AD telah disusupi oleh PKI. Itu tudingan yang keji terhadap kami. Seharusnya Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo selaku senior kami di TNI, terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan bisa menanyakan langsung kepada kami, selaku Panglima Kostrad. Dalam Islam, disebut tabayun agar tidak menimbulkan prasangka buruk yang membuat fitnah, dan menimbulkan kegaduhan terhadap umat dan bangsa," jelasnya.

Panglima TNI santai menanggapi

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto enggan terlibat dalam polemik isu komunis di TNI yang dikaitkan dengan hilangnya patung para tokoh militer terdahulu dari Markas Kostrad. Hadi menilai isu tersebut tak dapat dibuktikan secara ilmiah.

"Saya tidak mau berpolemik terkait hal yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Tidak bisa suatu pernyataan didasarkan hanya kepada keberadaan patung di suatu tempat," kata Hadi kepada detikcom, Senin (27/9/2021).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama komandan pasukan khusus TNIPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Dok TNI).

Hadi menuturkan Kostrad pun sudah mengklarifikasi soal latar belakang patung para tokoh TNI kini tak lagi berada di Museum Dharma Bhakti. Hadi menilai pernyataan Gatot Nurmantyo sebagai pengingat dari senior kepada junior. Agar TNI senantiasa waspada dan mencegah kembali terjadinya peristiwa kelam.

"Saya lebih menganggap statement tersebut sebagai suatu nasihat senior untuk kita sebagai Prajurit Aktif TNI. (Agar) senantiasa waspada agar lembaran sejarah yang hitam tidak terjadi lagi," ujar Hadi.

Patung dibongkar karena alasan keagamaan

Pangkostrad Letjen Dudung selaku Pangkostrad menjelaskan, patung-patung diorama penumpas PKI itu ada di Markas Kostrad atas inisiatif Pangkostrad periode 9 Agustus 2011 hingga 13 Maret 2012, Letjen TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution atau AY Nasution. Orang di balik pembongkaran patung-patung itu juga sama yakni AY Nasution.

Tentu saja alasan pembongkaran bukan karena kebangkitan PKI, tapi karena pandangan keagamaan AY Nasution. Dia merasa berdosa telah mendirikan patung-patung itu sehingga harus dibongkar.

"Letnan Jenderal TNI (purn) Azmyn Yusri Nasution meminta untuk patung-patung yang telah dibuatnya untuk dibongkar demi ketenangan lahir dan batin, sehingga pihak Kostrad mempersilakan," sambung Haryanta.

Bagaimana pandangan keagamaan AY Nasution? Dilansir situs resmi Pemkab Pakpak Bharat, Pj Bupati Pakpak Bharat Asren Nasution bertestimoni bahwa AY Nasution disiplin beribadah.

"Beliau ini merupakan total militer karena ayah beliau juga seorang militer dan anaknya juga militer. Beliau itu disiplin mulai dari jam olah raga, salat, istirahat, baca Al-Qur'an, dan lainnya semua tepat waktu sehingga menjadi teladan bagi kita," ujar Pj Bupati Pakpak Bharat, dilansir situs Pemkab Pakpak Bharat dalam berita 3 Juli 2020.


(dnu/fjp)