Korban Pelecehan Seks di KPI Pusat Bakal Sambangi Komnas Perempuan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 15:00 WIB
Gedung KPI Pusat, Gambir, Jakarta Pusat
Gedung KPI Pusat (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Korban pelecehan seks dan perundungan sesama pegawai pria di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berencana menyambangi Komnas Perempuan. Korban akan hadir bersama kuasa hukum.

"Besok Kamis, 30 September 2021, korban MS bakal ke Komnas Perempuan sekitar pukul 10.30 WIB," kata pengacara korban, Muhammad Mualimin, melalui keterangan tertulis, Rabu (29/9/2021).

Selain kuasa hukum, korban akan didampingi sejumlah organisasi. Kedatangan korban ke Komnas Perempuan untuk meminta dukungan terkait kasus pelecehan oleh rekan kerjanya di KPI Pusat.

"Korban MS bakal didampingi Tim Kuasa Hukum dan dikawal Masyarakat Peduli Korban Kekerasan Seksual Dalam Lembaga Negara (Konde.co, LBH APIK, LBH Pers, Aji Jakarta, SuaraKita, Koalisi Perempuan Indonesia, dan lain-lain)," ujarnya.

"Agenda ke Komnas Perempuan untuk meminta dukungan kelembagaan, sebab tragedi yang dialami Korban MS memiliki relevansi yang sama dengan tugas dan fungsi yang diemban Komnas Perempuan," lanjut Mualimin.

Mualimin mengatakan korban merasa mentalnya lebih stabil jika persoalannya didengar banyak orang. Jadi, kata Mualimin, korban tidak merasa sendiri menghadapi kasusnya karena mendapat banyak dukungan.

"Korban MS merasa mentalnya lebih stabil dan kuat saat bisa menceritakan kisahnya pada banyak orang. MS merasa tidak sendiri jika ada orang lain yang mau mendengar pengakuannya secara langsung," imbuhnya.

Kasus dugaan pelecehan seksual di kantor KPI sampai sekarang masih diproses polisi, dalam hal ini Polres Metro Jakarta Pusat. Polisi juga telah memeriksa korban (MS) dan para terlapor.

Polisi juga telah mengajukan upaya visum et repertum psikiatrikum terhadap korban ke RS Polri Kramat Jati. Polres Metro Jakarta Pusat juga telah mengecek TKP.

Polisi berjanji akan transparan dan profesional dalam menangani kasus tersebut. Namun dalam hal ini penyidik mengedepankan asas praduga tak bersalah.