DPO Kasus Penembakan Paranormal di Tangerang Ditangkap!

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 12:10 WIB
Jakarta -

Polisi kembali menangkap satu tersangka kasus penembakan paranormal A di Tangerang. Tersangka Yadi, yang ditangkap, berstatus masuk dalam DPO (daftar pencarian orang).

"Kami kemarin menyampaikan adanya kasus penembakan paranormal. Tiga tersangka sudah diamankan, mulai inisiator, eksekutor dan joki, satu DPO Y. Baru saja di lapangan pengejaran ke Y, Y sudah berhasil ditangkap di daerah Jasinga, Bogor," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Dengan demikian, total sudah empat tersangka yang ditangkap polisi. Keempat tersangka merupakan perencana, eksekutor, joki, dan perantara Y.

"Jadi sudah lengkap, empat pelaku sudah kita tangkap," katanya.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga tersangka. Ketiga tersangka adalah sebagai berikut:

1. Inisial H Matum (42) berperan sebagai otak pembunuhan atau perencana
2. Kusnadi Dwi Handoko alias Bram (28) berperan sebagai eksekutor
3. Saripudin alias Apud (28) berperan sebagai joki/pilot yang membonceng eksekutor

Penangkapan para pelaku dilakukan oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota yang dipimpin oleh Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Handik Zusen, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Awaludin Amin, Kompol Iskandar, Kompol Bonar Pakpahan, Kompol Resa Marasabessy, AKP Adam, AKP reza Pahlevi, Iptu Fajar Kiansantang, dan Ipda Roy Andarek.

Para pelaku ditangkap di beberapa tempat di Bogor dan Serang, Banten.

Insiden penembakan terhadap korban terjadi pada Sabtu (18/9) di Pinang, Kota Tangerang. Korban saat itu ditembak setelah menjalani salat Magrib di masjid dekat rumahnya.

Korban tewas tertembak di bagian pinggang. Dari hasil olah TKP di lokasi, polisi menyita sebutir proyektil yang mengenai pintu rumah korban.

Penembakan ini dilatarbelakangi kecemburuan dan dendam tersangka Matum. Menurut Matum, istrinya pernah disetubuhi oleh korban saat berobat ke korban.

(mei/mei)