Polisi Usut Konflik Batas Wilayah di Sulut Akibatkan 1 Warga Tewas-4 Luka

Trisno Mais - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 01:43 WIB
Konflik terkait pemasangan patok batas wilayah di perkebunan Bolingongot, Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka. Polisi mengusut kejadian yang menelan korban jiwa ini.
Polisi mendatangi lokasi kejadian (Dok. Istimewa)
Manado -

Konflik terkait pemasangan patok batas wilayah di perkebunan Bolingongot, Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka. Polisi mengusut kejadian yang menelan korban jiwa ini.

Atas kejadian tersebut, Kapolda Sulut Irjen Nana Sudjana ikut buka suara. Nana menghimbau agar masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

"Masyarakat maupun kedua belah pihak diimbau tetap tenang, tidak mudah terpancing situasi, dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian," kata Kapolda Sulut, Irjen Nana Sudjana melalui Kabid Humas Kombes Jules Abraham Abast kepada wartawan, Selasa (28/9/2021) malam.

Konflik batas wilayah itu terjadi pada Senin (27/9) siang, sesaat usai pemasangan patok di lokasi tersebut. Terdapat lima korban dalam konflik tersebut, empat mengalami luka-luka dan satu korban meninggal dunia.

Adapun korban luka-luka terdiri dari tiga penjaga lokasi perusahaan, dan satu warga Desa Toruakat. Sedangkan satu korban yang meninggal dunia merupakan warga Desa Toruakat.

Konflik diduga melibatkan antara penjaga lokasi perusahaan dengan masyarakat Desa Toruakat, Kabupaten Bolmong. Jules mengatakan, akibat adanya masalah tersebut, saat ini pengamanan di lokasi diperketat.

"Hingga saat ini pihak kepolisian menambah personel pengamanan di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah terjadinya konflik susulan. Personel kepolisian juga melakukan patroli di sekitar Toruakat dan Dumoga," ujarnya.

Jules menambahkan, pihak kepolisian pun terus melakukan berbagai upaya untuk menangani konflik ini. Menurut dia, di antaranya penyelidikan mendalam untuk mengungkap dan menangkap pelaku.

"Pihak kepolisian akan tetap bekerja secara profesional dalam menangani kejadian ini," pungkasnya.

(rfs/jbr)