Jauh-jauh dari Sukabumi, Kakak Beradik ke Jakbar Khusus untuk Curi Motor

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 23:52 WIB
Ilustrasi pencurian motor
Foto: Ilustrasi pencurian sepeda motor (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Dua pemuda, AS (28) dan J (23) ditangkap polisi karena kedapatan mencuri motor warga di Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar). Keduanya merupakan kakak beradik ipar yang sengaja berangat dari Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) ke Jakarta Barat (Jakbar) untuk melakukan pencurian sepeda motor.

"Terhadap dua pelaku ini ada hubungan yang istimewa, artinya antara AS dan J ini ipar-iparan. Mereka berniat mencuri kendaraan bermotor roda dua. Dari Sukabumi naik Travel, sampai Jakarta ke TKP dan cari sasaran, dan (mencuri) kendaraan tersebut," ucap Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Slamet Riyadi dalam kepada wartawan, Selasa (28/9/2021).

AS dan J beraksi pada Minggu (26/9) kemarin, sekitar pukul 03.30 WIB. Namun aksi pencurian mereka ketahuan oleh warga.

"Kronologi pada hari kejadian seperti tanggal diatas pelapor memarkirkan kendaraan di kontrakan, yang mana kontrakan tersebut ada pintu gerbang dan tidak terkunci," ujar Slamet.

AS berperan sebagai eksekutor yang mengambil sepeda motor keluar dari kontrakan. Sementara J berperan mengawasi situasi sekitar agar aksi mereka tak ketahuan.

"Ketika pelaku AS sedang ambil kendaraan menuntun kendaraan keluar, kebetulan diketahui oleh warga sekitar sehingga dilakukan pengejaran," kata Slamet.

"Alhamdulilah dapat dua pelaku diamankan bekerja sama dengan masyarakat. Tersangka dan barbuk diamankan dan dibawa ke Polsek Kebon Jeruk," imbuh Slamet.

Usai digiring ke Mapolsek Kebon Jeruk, terungkap AS memiliki jejak kejahatan sebelumnya. Dia merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor. Sebelumnya AS melakukan pencurian sebanyak tiga kali.

Slamet menyampaikan AS kerap membekali diri dengan senjata api saat mencuri sepeda motor. Senjata api yang digunakan AS berjenis rakitan.

"Betul (selalu bawa senpi), dan juga membawa kunci letter T ini. Gagang kunci di buang," jelas Slamet.

"Pada saat penangkapan, senpi belum di gunakan. Senpinya adalah senpi rakitan dari keterangan para pelaku. Ini masih kita dalami. Keterangannya masih berubah-ubah, asal muasal senpi ini masih kita dalami," jelas Slamet.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan AS dan J yaitu satu unit sepeda motor, satu pucuk senpi rakitan, satu kunci letter T, satu ransel hitam dan satu STNK asli.

Kedua tersangka tersebut dikenakan pasal 363 KUHP Pasal 1 ayat 1 dan UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman maksimal hingga 20 tahun penjara.

(aud/aud)