Mahfud Pertimbangkan Usul Syaikhona Kholil Jadi Pahlawan Nasional

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 21:27 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD menerima fungsionaris DPP Partai NasDem. Partai NasDem mengusulkan ulama Madura, Syaikhona Kholil, sebagai pahlawan nasional.
Menko Polhukam Mahfud Md menerima perwakilan Partai NasDem yang mengusulkan agar ulama Madura, Syaikhona Kholil, dijadikan pahlawan nasional. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Partai NasDem mengusulkan ulama Madura Syaikhona Kholil menjadi pahlawan nasional. Menko Polhukam Mahfud Md selaku Ketua Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan (DGTK) akan mempertimbangkan hal tersebut.

"Usulan sudah kita terima melalui Kemensos. Kemensos nanti akan menilai persyaratan-persyaratannya. Setelah itu, disampaikan kepada Menko Polhukam selaku Ketua Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan (DGTK)," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Selasa (28/9/2021).

Mahfud memaparkan ada enam anggota DGTK. Nantinya, kata Mahfud, DGTK akan menyampaikan daftar nama orang yang layak menerima gelar pahlawan nasional kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Anggota DGTK enam orang, yakni Agus Suhartono, Moeldoko, Hasan Wirayuda, Mutia Hatta, Azyumardi Azra, dan Anhar Gonggong. DGTK akan menyampaikan daftar orang-orang yang layak untuk ditetapkan oleh Presiden sebagai pahlawan nasional," ujarnya.

Mahfud harus melihat berkas pengajuan terlebih dahulu sebelum menentukan apakah Syaikhona Kholil layak untuk menerima gelar sebagai pahlawan nasional. Dia mengatakan daftar nama calon penerima gelar pahlawan nasional akan diberikan ke Presiden Jokowi pada awal November 2021.

"Saya kan harus melihat berkas usulannya dan nama-nama pembandingnya.(Diserahkan ke presiden) kira-kira awal November," tuturnya.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan tidak semua usulan yang diajukan DGTK menerima gelar pahlawan nasional. Hanya tiga-empat orang dari belasan nama yang diajukan DGTK yang akan dipilih Jokowi sebagai pahlawan nasional.

"Tak semua yang diusulkan kepada Presiden disetujui untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional. DGTK bisa saja mengajukan 15 nama kepada Presiden, tapi yang disetujui hanya 3 atau 4 orang," imbuhnya.

Simak alasan NasDem mengusulkan Syaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional di halaman berikutnya.

Sebelumnya, Partai NasDem dan Yayasan Syaikhona Kholil Bangkalan mengusulkan ulama Madura, Syaikhona Kholil, sebagai pahlawan nasional. Usulan tersebut diajukan kepada Menko Polhukam Mahfud Md.

"Jadi kami Partai NasDem beserta pengusul dari Yayasan Syaikhona Kholil melakukan audiensi dengan Bapak Menko Polhukam terkait usulan untuk pemberian gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Kholil Bangkalan," kata Ketua DPW NasDem Jawa Timur Sri Sajekti di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/9).

Ketua DPW NasDem Kalimantan Barat Syarief Abdullah Alkadrie menyampaikan pengajuan Syaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu. Usulan itu juga ditindaklanjuti di tingkat nasional dengan menggelar beberapa kali seminar yang didukung sejumlah kepala daerah.

Syarief mengatakan usulan gelar pahlawan nasional Syaikhona Kholil sudah didukung dengan fakta ilmiah. Menurut Syarief, Syaikhona Kholil sudah bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Mereka melihat sosok Syaikhona Kholil sebagai guru bangsa dan melahirkan tokoh yang menjadi pahlawan nasional. Selain itu, Syaikhona Kholil dinilai sebagai inspirator berdirinya ormas terbesar yang menumbuhkan nilai-nilai nasional kebangsaan.

(jbr/jbr)