Instruksi Mendagri PPKM Terbaru Belum Ada, Tetap Pakai Inmendagri 43-44

Arinta Putri Anggraini - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 18:02 WIB
Instruksi Mendagri PPKM Terbaru Belum Ada, Tetap Pakai Inmendagri 43-44
Instruksi Mendagri PPKM Terbaru Belum Ada, Tetap Pakai Inmendagri 43-44 (Foto: Infografis detikcom/Denny)
Jakarta -

Instruksi Mendagri PPKM terbaru kini belum diterbitkan kembali. Hal ini karena periode perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali masih diterapkan hingga 4 Oktober 2021.

Diketahui bahwa wilayah Jawa-Bali kini sudah tidak ada yang menerapkan PPKM level 4. Hal ini disampaikan langsung oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers virtual, pada Senin (20/9/2021).

"Dari berbagai perbaikan tersebut, saya sampaikan tidak ada lagi kabupaten/kota yang berada di level 4 di Jawa-Bali. Jadi semua di level 3 dan level 2," kata Luhut.

Sedangkan untuk wilayah luar Jawa-Bali diketahui masih ada yang menerapkan level 4 PPKM. Hal ini disampaikan langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers virtual, pada Senin (20/9/2021).

"Kita terus dorong PPKM level di level 4 masih diberlakukan di 10 kabupaten/kota karena terkait wilayah aglomerasi dan vaksinasi di bawah 50 persen," kata Airlangga.

Dikutip dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 44 Tahun 2021, sepuluh daerah yang dimaksud adalah Aceh Tamiang, Pidie, Bangka, Kota Padang, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kota Tarakan, dan Bulungan.

Dikarenakan aturan Inmendagri belum diterbitkan lagi, pedoman masyarakat kini masih sama, yaitu pada Inmendagri Nomor 43 Tahun 2021 untuk wilayah Jawa-Bali, dan Inmendagri Nomor 44 tahun 2021 untuk wilayah luar Jawa-Bali.

Lalu apa saja isi Instruksi Mendagri tersebut? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui selengkapnya.


Instruksi Mendagri PPKM Terbaru: Nomor 43 Tahun 2021

Inmendagri Nomor 43 Tahun 2021 ini mengatur tentang pembatasan kegiatan masyarakat untuk wilayah PPKM Jawa Bali. Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa wilayah Jawa-Bali kini tidak ada yang menerapkan PPKM level 4. Berikut aturan yang tertuang:

Aturan Kegiatan PPKM Jawa Bali Level 3

  1. Kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan pembelajaran tatap muka terbatas dengan kapasitas 50 persen kecuali:
    - SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62% sampai 100% dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas
    - PAUD maksimal 33% dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas
  2. Perkantoran non-esensial dapat melakukan WFO dengan kapasitas 25% bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
  3. Supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50%. Masuk supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.
  4. Kegiatan makan/minum di warung makan, warteg dan sejenis diperbolehkan hingga pukul 21.00 maksimal pengunjung makan di tempat 50% kapasitas dan waktu maksimal 60 menit.
  5. Kegiatan makan/minum di restoran, rumah makan, kafe dengan lokasi di dalam gedung atau area terbuka diperbolehkan buka hingga pukul 21.00, maksimal pengunjung makan di tempat 50% kapasitas, satu meja maksimal 2 orang dan waktu maksimal 60 menit. Semuanya diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
  6. Kegiatan makan/minum di restoran, rumah makan, kafe dengan jam operasional dimulai dari malam hari dapat beroperasi mulai pukul 18.00-00.00 dengan kapasitas 25%, satu meja maksimal 2 orang dan waktu makan 60 menit. Semuanya diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
  7. Mall dan pusat perbelanjaan dibuka dengan kapasitas maksimal 50% hingga pukul 21.00 dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Anak usia di bawah 12 tahun dilarang masuk kecuali di Provinsi DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Yogyakarta, Kota Surabaya dengan syarat didampingi orang tua.
  8. Bioskop dapat beroperasi maksimal 50% dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dan kuning di aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk. Sementara anak-anak di bawah usia 12 tahun dilarang.
  9. Tempat ibadah diizinkan buka dengan kapasitas 50%.
  10. Uji coba pembukaan tempat wisata dilakukan dengan skrining aplikasi Peduli Lindungi. Anak-anak di bawah usia 12 tahun dilarang masuk. Penerapan ganjil - genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 sampai dengan Minggu pukul 18.00 waktu setempat.
  11. Resepsi pernikahan diadakan maksimal 20 undangan dan tidak mengadakan makan di tempat.

Soal Instruksi Mendagri PPKM terbaru dapat dilihat di halaman selanjutnya