Eksekutor Penembakan Ketua Majelis Taklim Sempat Coba Kabur ke Sumatera

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 16:19 WIB
Polisi sebut korban penembakan di Tangerang tewas ditembak dalam kapasitasnya sebagai paranormal. Namun, korban juga dikenal warga sekitar sebagai seorang ustaz
Rilis kasus penembakan di Tangerang (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Tiga pelaku penembakan terhadap paranormal yang juga ketua majelis taklim inisial A di Tangerang ditangkap polisi. Dua pelaku yang berperan sebagai eksekutor dan joki ditangkap saat hendak kabur ke Sumatera.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan ketiga pelaku yang ditangkap bernama Matum (42), Kusnadi (28), dan Saripudin (28). Awalnya polisi menangkap Matum selaku aktor intelektual dari kasus tersebut.

"Yang berhasil kita amankan adalah Saudara M. Ini adalah yang menginisiator kejadian ini. Dia aktor intelektualnya. Hari Kamis (23/9) yang lalu kita amankan yang bersangkutan itu di daerah Serang, Banten, pada saat yang bersangkutan di rumah makan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Sementara itu, dua pelaku lainnya, Kusnadi dan Saripudin, diketahui berperan masing-masing sebagai eksekutor dan joki. Polisi menangkap keduanya di Serang pada Senin (27/9) saat hendak kabur ke Sumatera.

"Mereka coba melarikan diri ke daerah Sumatera. Kemarin berhasil kita amankan yang bersangkutan di daerah Serang pada saat akan ke daerah Sumatera," ujar Yusri.

Penangkapan para pelaku dilakukan oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota yang dipimpin oleh Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Handik Zusen, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Awaludin Amin, Kompol Iskandar, Kompol Bonar Pakpahan, Kompol Resa Marasabessy, AKP Adam, AKP Reza Pahlevi, Iptu Fajar Kiansantang, dan Ipda Roy Andarek.

Untuk diketahui, polisi menangkap tiga pelaku pembunuhan paranormal A di Pinang, Kota Tangerang. Pembunuhan ini direncanakan oleh tersangka Matum karena cemburu istrinya, MY, diduga berselingkuh dengan A.

"Bahwa korban ini memang bekerja sudah hampir 20 tahun sebagai paranormal. Sering mengobati orang, juga paranormal. Rasa dendam ini karena ada dugaan memang kejadian sekitar tahun 2010 yang lalu pada saat itu, istri daripada tersangka M berobat kepada korban, yang kerjanya sebagai paranormal. Masang susuk pada saat itu, tetapi yang terjadi adalah korban disetubuhi," ujar Yusri.

Ketiga pelaku ini dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 tentang pembunuhan. Ketiganya dijerat dengan ancaman hukuman mati.

Polisi: Penembakan Tak Terkait Kapasitas Ustaz

Polisi menyatakan korban tewas ditembak dalam kapasitasnya sebagai paranormal. Korban memang dikenal warga sekitar sebagai ustaz setelah menjadi ketua majelis taklim.

"Jadi saya tekankan di sini bahwa korban adalah paranormal. Peristiwa pembunuhan ini tidak terkait predikatnya dalam kapasitas ustaz, karena memang bukan ustaz. Jadi ustaz, dipanggil ustaz oleh lingkungan sekitarnya, adalah ketika dia menjadi ketua majelis taklim saja," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (28/9/2021).

Kepastian mengenai latar belakang korban ini didapat polisi dari keterangan saksi. Selain itu, polisi menemukan barang bukti di rumah korban.

"Dia tidak mengajarkan ngaji, tidak mengajarkan ilmu agama, tidak mengajarkan ini. Latar belakang ini menjadi sangat penting bagi arah penyelidikan selanjutnya. Kalau memang ternyata kita pastikan bahwa yang bersangkutan adalah paranormal. Dari para saksi yang sudah diperiksa satu yang pernah berobat di sana. Yang kedua dari barang bukti yang ditemukan di rumah korban. Apa saja itu? Daftar buku tamu dengan berbagai macam keperluannya. Artinya, si orang ini melayani itu," ujar Tubagus.

(ygs/knv)