Survei: Mayoritas Responden Dukung Penindakan Pemecah Belah Umat Beragama

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 15:45 WIB
Ilustrasi hoax or not
Ilustrasi (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jakarta -

Survei Indikator melakukan survei soal hoax yang berpotensi memecah belah umat beragama. Sebanyak 57,9 responden mendukung polisi melakukan tindakan tegas.

Survei ini dilakukan periode 17 sampai 21 September 2021. Total responden sebanyak 1.200 orang. Sebanyak 296.982 responden yang terdistribusi secara acak di seluruh Indonesia pernah diwawancarai tatap muka langsung dalam rentang 3 tahun terakhir.


Responden ditanya seberapa sering mendengar atau membaca berita tentang ada pihak menyebar hoax yang bisa memecah belah umat beragama? Dengan asumsi metode simple random sampling, sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Dari pertanyaan itu, 38,8 persen responden menyatakan cukup sering mendengar berita hoax. Lalu sangat sering 7,1 persen dan 31,3 menyebut jarang.

"Sangat banyak warga yang cukup atau sangat sering mendengar hoax yang bisa memecah belah umat beragama 45,9 persen," demikian tulis Indikator seperti dilihat Selasa (28/9/2021).


"Mayoritas warga mendukung jika aparat harus bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang diduga menyebarkan hoax yang bisa memecah belah umat beragama tersebut," tulis Indikator. Adapun survei soal setuju atau tidak setuju jika penyebar hoax ditindak aparat, hasilnya 57,9 responden setuju dilakukan tindakan.

Simak juga video 'Muhammad Kece Ditangkap, PBNU Minta Umat Beragama Jaga Kerukunan':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/fjp)