Polisi Ultimatum Buron Penembak Ketua Majelis Taklim Menyerah

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 15:41 WIB
Polisi sebut korban penembakan di Tangerang tewas ditembak dalam kapasitasnya sebagai paranormal. Namun, korban juga dikenal warga sekitar sebagai seorang ustaz
Kombes Yusri Yunus (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Tiga pelaku kasus penembakan paranormal yang juga ketua majelis taklim inisial A di Pinang, Kota Tangerang, ditangkap polisi. Kini ada satu pelaku lain lagi yang masih berstatus buron.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pelaku yang masih jadi buron tersebut berinisial Y. Polisi pun memberikan ultimatum kepada pelaku Y.

"Kami kasih waktu 3x24 jam untuk menyerahkan diri. Kami sudah tahu identitasnya. Kami akan terus mengejar yang bersangkutan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Tiga pelaku yang ditangkap polisi sejauh ini berinisial M, K, dan S. Ketiga pelaku itu masing-masing berperan sebagai aktor intelektual, eksekutor, dan joki.

Menurut Yusri, pelaku Y berperan sebagai penghubung tersangka M sebagai aktor intelektual dengan dua pelaku lainnya. Pelaku Y ini pun turut mendapatkan bayaran dari tersangka M.

"DPO inisial Y ini dia penghubung untuk mencari eksekutor. Bayarannya Rp 60 juta. Rp 50 juta untuk eksekutor dan Rp 10 juta untuk Y selaku penghubung," tutur Yusri.

Sebelumnya, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota menangkap pelaku penembakan A di Pinang, Kota Tangerang. Total ada tiga pelaku yang ditangkap polisi dalam kasus ini.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan ketiga pelaku ini memiliki peran masing-masing sebagai perencana hingga eksekutor.

"Jadi tiga orang tersangka sudah kita amankan. Yang pertama, Saudara M sebagai inisiator, kemudian Saudara K sebagai eksekutornya yang melakukan penembakan. Dan Saudara S ini jokinya yang menunggu pada saat Saudara K selesai melakukan eksekusi," ujar Kombes Yusri Yunus.

Ketiga pelaku adalah sebagai berikut:
1. Inisial H Matum (42) berperan sebagai otak pembunuhan atau perencana
2. Kusnadi Dwi Handoko alias Bram (28) berperan sebagai eksekutor
3. Saripudin alias Apud (28) berperan sebagai joki/pilot yang memboncengkan eksekutor.

Penangkapan para pelaku dilakukan oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota yang dipimpin oleh Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Handik Zusen, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Awaludin Amin, Kompol Iskandar, Kompol Bonar Pakpahan, Kompol Resa Marasabessy, AKP Adam, AKP Reza Pahlevi, Iptu Fajar Kiansantang, dan Ipda Roy Andarek.

Polisi: Penembakan Tak Terkait Kapasitas Ustaz

Polisi menyatakan korban tewas ditembak dalam kapasitasnya sebagai paranormal. Korban memang dikenal warga sekitar sebagai ustaz setelah menjadi ketua majelis taklim.

"Jadi saya tekankan di sini bahwa korban adalah paranormal. Peristiwa pembunuhan ini tidak terkait predikatnya dalam kapasitas ustaz, karena memang bukan ustaz. Jadi ustaz, dipanggil ustaz oleh lingkungan sekitarnya, adalah ketika dia menjadi ketua majelis taklim saja," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (28/9/2021).

Kepastian mengenai latar belakang korban ini didapat polisi dari keterangan saksi. Selain itu, polisi menemukan barang bukti di rumah korban.

"Dia tidak mengajarkan ngaji, tidak mengajarkan ilmu agama, tidak mengajarkan ini. Latar belakang ini menjadi sangat penting bagi arah penyelidikan selanjutnya. Kalau memang ternyata kita pastikan bahwa yang bersangkutan adalah paranormal. Dari para saksi yang sudah diperiksa satu yang pernah berobat di sana. Yang kedua dari barang bukti yang ditemukan di rumah korban. Apa saja itu? Daftar buku tamu dengan berbagai macam keperluannya. Artinya, si orang ini melayani itu," ujar Tubagus.

Simak video 'Polisi Tegaskan Korban Penembakan di Tangerang Bukan Ustaz Tapi Paranormal':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/knv)