Usai Bekuk Sejoli di Makassar, Polisi Tangkap Mahasiswi Admin Arisan Online

Reinhard Soplantila - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 01:19 WIB
Makassar -

Polrestabes Makassar kembali menangkap seorang pelaku yang bertugas sebagai admin dalam kasus penipuan arisan online dan investasi bodong, di kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Total tersangka dalam kasus arisan online ini kini berjumlah empat orang.

Satu orang yang ditangkap ini merupakan seorang mahasiswi asal Sulawesi Barat (Sulbar) yang bertugas sebagai admin di grup investasi bodong, berinisial DN (20). Dalam kasus ini, polisi telah menangkap 3 pelaku lainnya.

"Jadi untuk admin sebelumnya itu memegang tiga arisan, satu arisan per 20 hari satu arisan, per 10 hari, berikutnya arisan salah satu HP untuk tersangka baru. Ini merupakan admin dari investasi menurun, jadi total semua grup di arisan ini ada empat jadi untuk tersangka terakhir ini dia memegang satu admin terkait investasi menurun," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman pada Senin (27/9/2021).

Hingga kini, total korban yang telah melapor ke Polrestabes Makassar telah mencapai belasan orang. Polisi juga masih terus mendata para korban dari berbagai daerah.

"Untuk korban sampai sekarang masih kami data berapa total, namun dari hasil pemeriksaan ada belasan korban yang sudah melapor ke Polretabes Makassar. Jadi total dari korban kami sedang mendatakan sampai sekarang baru belasan orang yang sudah melapor ke Polrestabes Makassar," kata Jamal.

Total kerugian akibat kasus tersebut terus bertambah. Sebelumnya, total kerugian Rp 90 juta, kini sudah di atas Rp 100 juta.

"Kerugian bertambah sekitar ratusan juta, kemarin terakhir Rp. 90 juta sekarang di atas seratus juta. Namun belum bisa kami totalkan karena memang sampai sekarang masih menunggu korban yang berdatangan untuk melaporkan terkait tindak pidana tersebut," jelas Jamal.

Sebelumnya diberitakan, Polrestabes Makassar menetapkan tiga tersangka kasus penipuan ratusan warga bermodus arisan online. Dua dari tiga tersangka penipuan kali ini merupakan sepasang sejoli.

"Tiga pelaku ini kita tetapkan sebagai tersangka masing-masing dua perempuan berinisial JD berusia 20 tahun, MD berusia 22 tahun dan laki-laki AR berusia 22 tahun," ujar Kompol Jamal Fathur Rakhman, kepada wartawan di kantornya, seperti dikutip Antara, Sabtu (18/9/2021).

Jamal membeberkan peran dari para tersangka. Tersangka JD alias Puput berperan sebagai otak sekaligus pemilik arisan tersebut, sedangkan MD merupakan admin di media sosial Instagram dinamai 'Arisan Amanah' dan AR merupakan pacar JD sebagai pemilik rekening pengatur lalu lintas pencairan uang pada arisan tersebut.

"Ketiga tersangka ini diterapkan pasal berlapis, yakni Undang-undang ITE serta KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan Pasal 378 dan Pasal 372 dengan ancaman pidana enam tahun penjara," ucap Jamal.

Dia menyebut dari hasil pemeriksaan tercatat ada 300 lebih anggota yang mengikuti arisan disertai investasi bodong tersebut. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

(isa/isa)