detikcom Do Your Magic

Viral Guru-Siswa SD di Sidrap ke Sekolah Naik Rakit karena Jembatan Rusak

Hasrul Nawir - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 22:56 WIB
Sidrap -

Sebuah video yang menampilkan perjuangan seorang guru beserta sejumlah siswa SD di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, untuk ke sekolah viral di media sosial. Mereka diharuskan berjibaku naik rakit menyeberang sungai lantaran tidak adanya jembatan gantung yang ambruk sejak 2020.

Dalam video yang beredar, tampak seorang guru perempuan menarik tali yang terhubung ke rakitnya untuk menyeberangi sungai. Pada video lainnya, sejumlah siswa yang mengenakan seragam sekolah juga bersusah payah menyeberang sungai.

Diketahui, mereka adalah guru dan siswa SDN 2 Belawae, Kecamatan Pit Rioase, Kabupaten Sidrap. Mereka hampir setiap hari melawan maut hanya untuk pergi ke sekolah.

Seorang guru SDN 2 Belawae bernama Hasmi menceritakan pengalamannya itu. Ia menyebut 40% siswa SD dari Dusun Empat harus menggunakan rakit untuk ke sekolah.

"Sekarang sudah seperti ini tiap hari, sejak musim hujan, anak-anak selalu menyeberang menggunakan rakit ke sekolah, mereka dari Dusun Empat daerah gunung berjalan kaki cukup jauh lalu menyeberang lagi dengan rakit sampai ke sekolah," kata Hasmi kepada detikcom, Selasa (27/9/2021).

Guru di Sidrap naik rakit untuk ke sekolah (tangkapan layar)Guru di Sidrap naik rakit untuk ke sekolah. (Tangkapan Layar)

Hasmi menjelaskan, sungai hanya bisa dilewati saat aliran sungai tidak begitu deras. Jika deras ataupun hujan lebat, para siswa dan dirinya mesti menunggu lebih lama sampai situasi reda.

"Beberapa kali mereka terjebak, tidak bisa pulang, karena saat hendak pulang hujan deras, aliran sungai juga deras sehingga terpaksa menunggu lama, bahkan ada siswa saya yang menangis karena sudah lapar," jelasnya.

Terputusnya akses antar-Dusun Empat lantaran sudah tidak adanya jembatan gantung yang rusak akibat banjir bandang pada Juni 2020.

"Sejak jembatan ambruk diterjang banjir bandang, akan sulit menyeberang saat air tinggi. Jadi harus menggunakan rakit. Tapi, jika tak hujan, masih bisa dilewati," terangnya.

"Tapi Alhamdulillah, murid tetap antusias meski perjuangan melintasi sungai cukup berat," katanya.

Hasmi berharap, pemerintah kabupaten Sidrap segera memperbaiki jembatan gantung itu. Hal ini agar akses pelajar dan masyarakat sekitar kembali bisa berjalan normal.

"Semoga nasib anak-anak di sini bisa diperhatikan," tutupnya.

(isa/isa)