Dorong PTM, Luhut: Kita Takut Generasi Mendatang Jadi Bodoh

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 18:17 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah selesai menjalani pemeriksaan terkait laporannya soal pencemaran nama baik Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti. Luhut diperiksa selama 1 jam atas laporannya tersebut.
Luhut Binsar Pandjaitan (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan mengupayakan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai digelar dalam minggu ini. Luhut menyebut tetap ada resiko dari apapun keputusan yang diambil.

"Saya kira itu hal yang jelas, khusus masalah pendidikan tadi kami tidak melihat ada masalah-masalah yang tidak bisa dikendalikan, saya kira sistem yang dibangun Kemenkes dan Kemendikbud saya kira sudah paten, sudah bagus," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (27/9/2021).

Luhut mengakui mungkin ada risiko dari keputusan melakukan pendidikan tatap muka. Namun dia menyebut pemerintah lebih takut jika generasi yang akan datang menjadi tidak berpendidikan.

"Bahwa ada tantangan di sana-sini, yes, tapi kita lebih takut dan ngeri lagi kalau generasi yang akan datang menjadi tidak berpendidikan dan menjadi bodoh," ucapnya.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan resiko dari keputusan pendidikan tatap muka sudah diperhitungkan oleh pemerintah. Menurutnya kini lebih besar risikonya jika siswa-siswi di Indonesia tidak kunjung tatap muka di sekolah.

"Itu saya kira perlu dihitung, seperti dalam operasi militer selalu saya katakan calculated risk, apa pun yang kita buat ini ada calculated risk, tentu ada risikonya, tetapi sangat lebih besar risikonya kalau sampai sekolah ini tidak jalan, itu merusak generasi kita yang akan datang," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.