Cerita Pasien Stroke Bersyukur Terbantu JKN-KIS Meski Sempat Nonaktif

Erika Dyah - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 15:26 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: Dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) diketahui memberi harapan dan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan. Salah satunya yang dirasakan oleh peserta JKN-KIS, Agung Bhinuko.

Agung mengungkap ia telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3. Ia mengaku telah memanfaatkan pelayanan kesehatan menggunakan JKN-KIS saat sempat mendapatkan perawatan medis karena terkena serangan stroke pada awal tahun 2020 lalu.

Ia mengatakan awalnya tidak menyangka stroke bisa terjadi pada dirinya. Ia pun tidak membayangkan berapa biaya pelayanan kesehatan yang harus dikeluarkan saat itu.

Menurut Agung, saat itu kepesertaannya tidak aktif karena ia telat membayar iuran. Kejadian itulah yang diakuinya sempat membuat menyesal karena tidak rutin melakukan pembayaran setiap bulan.

"Saat itu saya bingung harus melakukan apa dan akhirnya saya mendapat informasi dari salah satu petugas di rumah sakit jika saya melakukan pembayaran saat itu juga, status kepesertaan saya akan aktif kembali dan bisa digunakan," jelas Agung dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

"Tidak menunggu waktu lama akhirnya saya meminta keluarga saya untuk melakukan pembayaran ke gerai terdekat dan benar saja, kepesertaan saya langsung aktif kembali serta dapat digunakan. Akhirnya saya lega dan menjalani perawatan medis di rumah sakit dengan tenang," imbuhnya.

Agung menceritakan beberapa hari berselang setelah kejadian itu, ia diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Meski ada biaya denda pelayanan yang harus dibayar, menurutnya hal tersebut sebanding dengan biaya perawatan yang dikeluarkan.

"Kini saya telah sembuh dari stroke berkat JKN-KIS. Dari pengalaman itu, saya berkata pada diri sendiri bahwa mulai hari ini saya akan rutin membayar iuran setiap bulan agar terhindar dari penonaktifan kepesertaan. Saya juga menginformasikan kepada kerabat, teman, saudara saya akan hal ini dengan rutin membayar iuran kita akan terhindar dari penghentian pelayanan," pungkasnya.

Sebagai informasi, program yang telah hadir sejak 2014 lalu ini disebut memberi banyak manfaat bagi masyarakat. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai peserta hingga saat ini.

(akn/ega)