Mahfud Koreksi Istilah 'Kriminalisasi Ulama': Yang Terjadi Ustaz Jadi Korban

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 14:08 WIB
Jakarta -

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md angkat bicara soal beragam kasus yang muncul di publik yang terjadi pada ulama dan ustaz. Menurut Mahfud, istilah 'kriminalisasi ulama' salah kaprah.

"Ada yang mengatakan ini merupakan gejala meningkatnya kriminalisasi terhadap ulama atau ustaz. Istilah kriminalisasi ini salah. Kalau kriminalisasi terhadap ulama atau ustaz, itu berarti ulama atau ustaz tidak melakukan kegiatan apa-apa lalu dituduh melakukan tindak kriminal. Itu namanya kriminalisasi," ucap Mahfud kepada wartawan, Minggu (26/9/2021).

"Yang terjadi belakangan ini justru orang yang disebut ustaz atau tokoh atau tempat ibadah itu menjadi korban dari sebuah kegiatan kriminal yang nyata," imbuhnya.

Untuk itu, Mahfud meminta publik menanggapi hal ini dengan kepala dingin. Mahfud mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudah terprovokasi.

"Oleh sebab itu, kita semua harus hati-hati, aparat hati-hati, masyarakat hati-hati jangan terprovokasi. Kita ini harus menjadi keutuhan dan kedamaian di negara ini," kata Mahfud.

Di sisi lain, Mahfud meminta aparat penegak hukum bertindak tegas. Siapa pun pelaku kriminal yang menyasar ulama atau ustaz harus dihukum.

"Saya tegaskan tadi satu, siapa pun pelakunya supaya ditangkap dan diproses," kata Mahfud.

Mengenai istilah kriminalisasi ulama yang disebut salah itu Mahfud memang tidak merujuk pada siapa tokoh yang menyebutkannya. Namun beberapa waktu sebelumnya Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengecam tindakan pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar sembari berpesan mengenai meningkatnya kriminalisasi ulama.

"Saya selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia mengecam keras tindakan pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar yang diperkirakan terjadi pada dini hari tadi. Dan saya berharap kepada masyarakat, terutama umat Islam di Makassar dan daerah lainnya di Indonesia agar tidak terprovokasi atas tindakan tersebut," ujar JK dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (25/9/2021)