Menlu Minta Sejumlah Negara Hapus RI dari Daftar Red List COVID-19

Faiz Iqbal Maulid - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 15:38 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan sambutan sebelum menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Diplomasi Ekonomi untuk mendukung BUMN Go Global di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Kerja sama ini bertujuan memperkuat diplomasi ekonomi dalam mewujudkan visi BUMN Go Global yang diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi BUMN di luar negeri dan mendorong performa ekspor Indonesia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.
Menlu RI Retno LP Marsudi (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi meminta sejumlah negara menghapus Indonesia dari daftar merahnya (red list). Soalnya, kini kondisi kasus COVID-19 di Indonesia membaik.

"Secara khusus, terhadap beberapa negara yang masih menerapkan red list, saya minta agar situasi di Indonesia saat ini dapat dipertimbangkan untuk mengubah status red list tersebut," kata Retno dalam keterangan tertulis dilansir situs resmi Kemlu RI, Sabtu (25/9/2021).

Retno memberikan contoh negara yang telah menghapus RI dari daftar red list-nya. Ada negara di Eropa Barat yang sudah menganggap RI bukan lagi termasuk negara yang dilarang menjadi tujuan bepergian lantaran parahnya situasi COVID-19.

"Satu contoh, Prancis sudah mengeluarkan Indonesia dari red list," tambahnya.

Dia kemudian memaparkan data yang menunjukkan kasus COVID-19 di Indonesia mulai membaik. Ia menyebut positivity rate di Indonesia di bawah angka 2 persen.

"Saya sampaikan positivity rate di Indonesia saat ini rata-rata di bawah 2 persen, di bawah standar WHO sebesar 5 persen, di mana sebelumnya sempat mencapai titik 31 persen," kata Retno.

Dalam pertemuan bilateral selama sidang Majelis Umum PBB, Retno terus menyoroti percepatan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan ketat, diskriminasi, ketimpangan, dan menghentikan diskriminasi politisasi vaksin.

Selanjutnya, Menlu RI apresiasi bantuan vaksin oleh AS: